Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tips Umur Panjang Orang Jepang Ternyata Pakai Tahu, Begini Penjelasannya

Mohammad Mukarom • Rabu, 2 Oktober 2024 | 02:00 WIB
Makanan rahasia orang Jepang agar panjang umur adalah tahu.
Makanan rahasia orang Jepang agar panjang umur adalah tahu.

RADARTUBAN - Di Jepang, tahu bukan hanya sekadar makanan. Melainkan juga bagian penting dari kehidupan sehari-hari warganya.

Makanan berbahan baku dari biji kedelai ini juga dipercaya bisa bikin umur lebih panjang.

Dilansir dari CNBC, seorang ahli gizi berlisensi asal jepang, Michiko Tomioka, berbagi cerita tentang bagaimana tahu telah menjadi makanan pokok sejak dia masih bayi.

Resep itu merupakan makanan warisan turun-temurun untuk memperpanjang usia.

"Mertua saya yang berusia 95 dan 88 tahun masih mengonsumsi tahu, natto, dan sup miso setiap hari. Mereka percaya ini berkontribusi pada umur panjang dan kesehatan mereka," kata Tomioka, dikutip pada Senin (30/9).

Dia menceritakan, bahwa ibunya sering menyiapkan hidangan sederhana yang mengandung tahu, mulai dari campuran tahu dengan nasi hingga sup miso. Upaya hidup sehat lewat makan-makanan nabati dilanjutkan olehnya sampai sekarang.

"Saya bisa memasak tahu dalam berbagai cara termasuk digoreng, direbus dalam sup, atau dicampur dalam salad," ucapnya.

Pada tahun 1994, ketika ia pertama kalinya pindah ke AS, Tomioka mengaku sulit mendapatkan tahu berkualitas.

Meskipun tahu agak sulit ditemukan saat itu, namun Michiko Tomioka selalu menyimpan beberapa bungkus di lemari es, hingga dua lusin tahu untuk memastikan kebutuhan nutrisi keluarga terpenuhi.

Beberapa alasan keluarga mereka di Jepang mengonsumsi tahu, salah satunya karena memiliki banyak manfaat kesehatan.

Termasuk mengaitkan kebugaran tubuh mertuanya yang sudah hidup dengan tahu selama berpuluh-puluh tahun lamanya.

"Tahu terbuat dari kacang kedelai dan koagulan seperti nigari atau kalsium sulfat, kaya akan asam amino esensial, kalsium, zat besi, dan vitamin," jelasnya.

"Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi tahu dapat menurunkan risiko penyakit jantung, melawan kanker, dan mengurangi risiko osteoporosis," beber Tomioka.

Dari sisi lingkungan, kata dia, tahu juga lebih ramah dibandingkan daging. Untuk menghasilkan satu kilogram daging sapi, diperlukan 70,6 kilogram emisi gas rumah kaca, sementara tahu hanya memerlukan 3,2 kilogram.

Tomioka biasa membeli tahu organik seberat 14 ons seharga $2 hingga $3, yang jauh lebih hemat dibandingkan daging.

"Jika kamu mengganti satu atau dua burger daging sapi dengan burger tahu seminggu sekali, itu bisa membuat perbedaan baik untuk tubuh dan dompet," tuturnya.

Dengan segala manfaatnya, Tomioka menyebut tahu sebagai "sahabat terbaik" untuk hidup yang lebih bahagia dan sehat. Dia berharap banyak orang terinspirasi untuk memasukkan tahu dalam menu wajib harian.

Dengan pendekatan yang fokus pada pola makan nabati, perempuan bergelar MBA dan RDN itu percaya bahwa tahu bisa menjadi solusi untuk kesehatan yang lebih baik dan gaya hidup yang lebih berkelanjutan. (*)



Editor : Yudha Satria Aditama
#rahasia #tahu #jepang #memperpanjang usia #makanan