RADARTUBAN - Kabar duka datang dari dunia hiburan Indonesia. Marissa Haque, seorang artis dan penyanyi terkenal itu meninggal dunia secara mendadak pada Rabu, (2/10) dini hari.
Padahal sebelumnya, Istri Kang Fawzi ini tampak sehat dan aktif berkegiatan seperti biasa. Kepergian mendiang Marissa tanpa sebab ini membuat keluarga dan para penggemarnya merasa sangat terpukul.
Lalu, Mengapa Orang Bisa Meninggal Mendadak?
Kematian mendadak dapat terjadi pada siapa saja dan sering kali tanpa peringatan sebelumnya.
Radar Tuban merangkum beberapa penyebab umum kematian mendadak dari berbagai sumber, sebagai berikut:
1. Penyakit Jantung
Salah satu penyebab utama kematian mendadak adalah penyakit jantung, termasuk serangan jantung (infark miokard). Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terhambat, sering kali akibat penumpukan plak di arteri.
Gejala awalnya bisa sangat ringan, bahkan tidak terdeteksi, sehingga orang yang terkena mungkin tidak menyadari adanya masalah serius.
Kematian mendadak akibat masalah jantung dapat terjadi pada orang dewasa muda, terutama jika ada riwayat penyakit jantung dalam keluarga atau gaya hidup yang tidak sehat.
2. Stroke
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik oleh penyumbatan (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Stroke sering kali tidak terduga dan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak dalam waktu singkat.
Gejala seperti sakit kepala mendadak, kesulitan berbicara, atau kehilangan keseimbangan dapat menjadi tanda peringatan. Jika tidak ditangani dengan cepat, stroke dapat berujung pada kematian.
3. Masalah Pernapasan
Kondisi seperti emboli paru, di mana gumpalan darah menyumbat arteri paru-paru, juga dapat menyebabkan kematian mendadak.
Gumpalan ini biasanya berasal dari vena di kaki dan bisa sangat berbahaya jika tidak diobati. Gejala emboli paru termasuk sesak napas yang tiba-tiba, nyeri dada, dan batuk berdarah.
Kesadaran akan risiko ini sangat penting, terutama bagi mereka yang mengalami kondisi medis tertentu.
4. Kondisi Metabolik
Kematian mendadak juga bisa disebabkan oleh gangguan metabolik, seperti hipoglikemia (kadar gula darah yang sangat rendah) atau aritmia jantung akibat ketidakseimbangan elektrolit.
Beberapa orang mungkin tidak menyadari mereka memiliki diabetes atau kondisi lain yang dapat memengaruhi kadar gula darah mereka. Gejala hipoglikemia termasuk pusing, kebingungan, dan kehilangan kesadaran.
5. Penyakit Infeksi
Beberapa infeksi yang sangat parah, seperti sepsis, juga dapat menyebabkan kematian mendadak. Sepsis adalah reaksi ekstrem tubuh terhadap infeksi yang dapat menyebabkan kegagalan organ.
Gejala sepsis yang dapat diketahui termasuk demam tinggi, denyut jantung cepat, dan kebingungan. Jika tidak ditangani segera, sepsis dapat berakibat fatal dalam waktu singkat.
6. Penyakit Neurologis
Kondisi neurologis seperti aneurisma otak juga dapat menyebabkan kematian mendadak. Sementara aneurisma adalah pelebaran abnormal pada dinding arteri yang dapat pecah dan menyebabkan pendarahan otak.
Gejala seperti sakit kepala yang sangat parah dan tiba-tiba, disertai dengan mual dan kebingungan, bisa menjadi tanda bahwa seseorang mengalami aneurisma yang berisiko pecah.
Apa Saja Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai?
Meski beberapa kondisi di atas mungkin tidak menunjukkan gejala yang jelas, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
1. Nyeri Dada
Meskipun bisa disebabkan oleh berbagai hal, nyeri dada yang datang secara tiba-tiba dan intens bisa menjadi tanda peringatan.
2. Sesak Napas
Jika Anda merasa sesak napas tanpa sebab yang jelas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
3. Kelelahan Berlebihan
Rasa lelah yang tidak biasa atau kehabisan energi tanpa aktivitas yang berat dapat menjadi indikator masalah kesehatan.
4. Riwayat Keluarga
Jika ada riwayat penyakit jantung dalam keluarga, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, sehingga tindakan pencegahan bisa diambil sebelum terlambat.
Berbicara dengan dokter tentang riwayat kesehatan keluarga dan mengatur gaya hidup sehat juga dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan jantung. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama