Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pakar Kesehatan Ingatkan Pemanis Buatan pada Vitamin Bisa Membahayakan Ginjal Anak

Daffa Maheswara Iswidono • Kamis, 24 Oktober 2024 | 21:52 WIB

Ilustrasi vitamin anak.
Ilustrasi vitamin anak.

RADARTUBAN - Pengamat Kesehatan dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, memberikan pandangannya mengenai penggunaan pemanis buatan dalam vitamin anak dan dampaknya terhadap kesehatan, terutama ginjal.

Dicky menjelaskan bahwa beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemanis buatan seperti aspartam atau sukralosa umumnya aman jika dikonsumsi dalam jumlah yang sangat kecil atau dalam batas aman yang telah ditetapkan oleh badan pengawas kesehatan seperti WHO atau FDA.

"Dalam kondisi normal, ginjal mampu memproses dan membuang zat ini dari tubuh melalui urine. Namun, pada kondisi ginjal yang sudah memiliki gangguan fungsi, ada risiko bahwa metabolisme zat-zat tersebut dapat terganggu," kata Dicky dalam keterangannya, Rabu (23/10).

Lebih lanjut, Dicky menjelaskan bahwa secara umum, ginjal berfungsi untuk menyaring darah dan membuang zat-zat yang tidak dibutuhkan, termasuk pemanis buatan. Pada orang sehat, ginjal mampu memproses pemanis buatan tanpa masalah.

Zat ini tidak akan "menempel" atau "tertimbun" di tubuh karena tubuh memiliki mekanisme ekskresi yang efisien.

"Namun, penting untuk diingat bahwa konsumsi berlebihan dari zat apapun, termasuk pemanis buatan, bisa memberi tekanan lebih pada ginjal, terutama jika anak memiliki masalah kesehatan ginjal," nasihat Dicky.

Dicky menilai pemanis buatan sering digunakan dalam vitamin anak untuk memperbaiki rasa, terutama karena beberapa zat aktif dalam vitamin bisa memiliki rasa yang pahit atau tidak enak.

Tujuannya adalah agar anak lebih mau mengonsumsi vitamin tersebut, karena rasa yang lebih manis dan enak cenderung lebih diterima oleh anak-anak.

Setelah anak sembuh dari sakit, dokter biasanya menyarankan pemberian vitamin untuk membantu pemulihan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

"Vitamin ini diberikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang mungkin berkurang selama sakit. Namun, penting untuk memastikan bahwa vitamin yang dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan dan tidak berlebihan," jelas Dicky.

Namun, pemberian vitamin kepada anak tidak menjadi wajib jika anak sudah mendapatkan nutrisi seimbang dari makanan sehari-hari. Jika dokter menganjurkan, itu biasanya didasarkan pada evaluasi kondisi kesehatan anak, seperti kekurangan vitamin tertentu.

"Jadi, sebaiknya mengikuti anjuran dokter, tapi tetap berhati-hati terhadap penggunaan vitamin secara berlebihan," tandas Dicky. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#ginjal #kesehatan #vitamin anak