Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pedagang Denpasar Desak Pemerintah Usut Anggur Muscat Impor yang Diyakini Berbahaya

Mohammad Mukarom • Rabu, 30 Oktober 2024 | 01:49 WIB
Anggur muscat yang disebut berbahaya bagi kesehatan.
Anggur muscat yang disebut berbahaya bagi kesehatan.

RADARTUBAN - Para pedagang buah di Kota Denpasar, Bali, kini berada di tengah keresahan akibat isu tentang residu pestisida tinggi pada anggur Muscat impor itu beredar.

Berita ini mencuat setelah Pemerintah Thailand mengeluarkan peringatan bahwa anggur Muscat di negaranya mengandung pestisida berlebihan, yang dinilai membahayakan.

Kekhawatiran menyebar cepat ke para pedagang buah, karena dampak yang paling dirasakan di kemudian hari adalah penurunan daya beli, sehingga mereka pun mendesak pemerintah untuk segera turun tangan.

Kadek Budiyasa, seorang pedagang di Pasar Badung mengaku was-was rugi akibat isu ini. Harapannya, pemerintah segera memeriksa kandungan anggur Muscat, memastikan layak atau tidaknya jika dikonsumsi.

“Kita butuh kejelasan dari pemerintah. Kalau benar berbahaya, konsumen bisa takut beli, dan pedagang yang rugi besar,” ujarnya, dikutip Selasa (29/10).

Anggur Muscat, yang terkenal manis dan tanpa biji, memang menjadi buah favorit di kalangan pembeli. Saking larisnya, 20 kilogram buah dengan harga berkisar Rp 90-100 ribu ini ludes setiap harinya.

"Ini buah dari China, di kemasan juga tertulis impor," kata Kadek.

Selain itu, Yatno selaku pedagang di Jalan Tukad Yeh Aya, pun mengakui hal yang sama. Terlebih, ia baru dua bulan menjual anggur Muscat, namun ragu melanjutkan bisnisnya jika tidak ada kepastian pemerintah.

“Kalau dilarang jual ya kita ikuti, tapi sekarang masih banyak yang beli. Jadi semoga ada keputusan cepat,” ujarnya.

Menjual buah tersebut memang sudah jadi pilihan Yatno, karena permintaan pasar yang bagus. Dalam sehari, ia bisa menjual sedikitnya 10 bungkus anggur Muscat, dengan harga Rp 40 ribu per bungkus.

Akibat dari munculnya isu tersebut tidak hanya dirasakan oleh pedagang, namun konsumen pun mulai khawatir belanja meski tampilan buahnya segar dan rasa yang lebih manis dibanding jenis anggur lain.

“Untuk sekarang, lebih baik berhenti beli dulu sampai ada pernyataan resmi dari BPOM,” kata Yohanes, warga Denpasar.

Pemerintah didesak segera memberi kejelasan terkait keamanan anggur Muscat ini, agar pembeli tak khawatir mengonsumsinya, sekaligus mencegah kerugian bagi para pedagang. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#berbahaya #Anggur Muscat #impor