RADARTUBAN - Panic attack memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan, seperti yang dialami pesulap terkenal, Pak Tarno, setelah mobil yang ditungganginya terjebak di hutan jati.
Insiden terjadi ketika Pak Tarno dan sopirnya dalam perjalanan menuju Cirebon. Untuk menghindari macet di jalan tol, mereka pun menggunakan rute alternatif dan kesasar di belantara hutan.
“Dia (Pak Tarno) langsung menangis setiap kali mengingat kejadiannya. Saat itu, dia harus menghadiri sebuah acara di Cirebon. Sopirnya mengandalkan Google Maps, tetapi malah tersesat ke dalam hutan jati,” ungkap sang istri, Dewi, saat tampil di acara Pagi-pagi Ambyar di Trans TV.
Kecemasan yang mendalam karena terjebak di jalanan sepi dan takut dibegal, membuat Pak Tarno tak dapat membendung rasa panik, yang kemudian berujung pada serangan stroke.
Diketahui, panik merupakan reaksi emosional yang dapat memicu serangkaian perubahan fisiologis dan berdampak negatif pada kesehatan, termasuk meningkatkan risiko stroke.
Ketika seseorang menghadapi situasi tersebut, sistem saraf simpatik dalam tubuh akan teraktivasi, yang menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah.
Stroke terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus, menyebabkan kerusakan pada jaringan tengkorak kepala. Dalam kasus Pak Tarno, rasa panik yang dialaminya menyebabkan kondisi kesehatan serius.
“Kejadian itu terjadi dua tahun lalu. Sopir yang tidak tahu arah membuat kami tersesat di hutan, dan situasi itu sangat menakutkan,” jelas Pak Tarno dengan suara yang terputus-putus.
Dewi, sebagai pendamping setia, berperan penting dalam mendukung Pak Tarno di masa sulit ini. Meskipun suaminya mengalami kesulitan dalam bergerak dan berbicara, Dewi tetap memberikan perawatan dengan penuh kesabaran.
Dewi juga sering terlihat mendampingi Pak Tarno dalam berbagai acara publik, memberikan dukungan moral yang sangat dibutuhkan oleh pesulap yang kini sudah keempat kalinya ia jatuh stroke. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama