Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bantu Cegah Anemia, Intip 10 Makanan Yang Baik Untuk Penambah Darah, Nomor 7 Tak Banyak Diketahui

Shafa Dina Hayuning Mentari • Sabtu, 28 Desember 2024 | 20:35 WIB
Pusing menjadi salah satu dampak dari Anemia
Pusing menjadi salah satu dampak dari Anemia

RADARTUBAN- Sel darah merah berperan penting untuk mengangkut oksigen dari paru – paru ke seluruh tubuh. Kekurangan sel darah merah dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti mudah lelah, pusing, bahkan masalah kesehatan yang lebih serius jika tidak segera ditangani.

Salah satu faktor penting yang berdampak langsung bagi produksi dan kesehatan sel darah merah adalah makanan. Nutrisi yang terkandung dalam makanan, seperti zat besi, vitamin B12, dan folat sangat penting untuk menghasilkan produksi sel darah merah yang sehat.

Pola makan yang seimbang, sehat, dan bergizi dapat membantu mencegah dan mengatasi anemia. Selain faktor makanan, kebiasaan dan gaya hidup juga memiliki pengaruh dalam keseimbangan sel darah merah dalam tubuh.

Dilansir dari alodokter.com, tubuh yang kekurangan sel darah merah akan menyebabkan anemia defisiensi besi yang menyebabkan tubuh menjadi lemas, sesak nafas, pusing, jantung berdebar, dan sakit kepala.

Mengutip dari halodoc.com, ada dua makanan mengandung zat besi yang dapat dikonsumsi, yaitu heme dan non-heme. Heme adalah zat besi yang terdapat dalam makanan hewani, dan non-heme adalah zat besi yang terdapat dalam makanan nabati.

Kebutuhan zat besi harian tergantung dengan usia tiap individu. Pada anak usia 1 – 3 tahun sebanyak 7 miligram, 4 – 9 tahun butuh 10 miligram, 10 – 12 tahun 8 miligram.

Sedangkan pada remaja laki – laki butuh sekitar 11 miligram zat besi, remaja perempuan sebanyak 15 miligram, pria dewasa membutuhkan sebanyak 9 – 11 miligram, dan wanita dewasa butuh sebanyak 15 miligram zat besi. Pada ibu hamil dan menyusui akan membutuhkan zat besi sebanyak 27 miligram.

Untuk menghindari anemia, berikut ini ada beberapa makanan penambah darah yang dapat dikonsumsi, diantaranya:

1. Daging merah dan daging unggas

Daging merah dan daging unggas adalah sumber zat besi hewani yang direkomendasikan sebagai makanan penambah darah. Dalam 100 gram daging merah seperti sapi dan kambing mengandung 2,7 miligram zat besi. Sedangkan pada 100 gram daging unggas setara dengan 10 persen kebutuhan zat besi harian.

2. Seafood

Beberapa jenis seafood, seperti kerang, kepiting, tiram, dan udang juga dapat berfungsi sebagai penambah darah. Selain itu, beberapa ikan, seperti tuna, salmon, dan ikan kembung juga kaya akan zat besi.

3. Sayuran hijau

Sayuran hijau, seperti brokoli, sawi, bayam, pakcoy, dan lain sebagainya dipercaya sebagai makanan penambah darah yang baik untuk dikonsumsi setiap hari. Selain itu, sayuran ini juga mengandung vitamin C yang membantu penyerapan zat besi.

4. Jeroan

Mengonsumsi jeroan juga dapat membantu pemenuhan zat besi. Tetapi, sebaiknya jeroan tidak dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan karena dapat menyebabkan kolesterol.

Ibu hamil juga tidak dianjurkan untuk mengonsumsi jeroan karena dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.

5. Kacang – kacangan

Kacang – kacangan yang tinggi kandungan zat besi adalah buncis, kacang polong, lentil, kedelai, almond, dan pistachio.

6. Kurma

Kurma ternyata mengandung zat besi yang cukup tinggi sehingga dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin di dalam darah. Namun, bagi penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu karena kurma berpotensi meningkatkan gula darah.

7. Semangka

Semangka kaya akan kandungan vitamin C dan air yang dapat membantu penyerapan zat besi. Buah ini juga sangat baik untuk membantu meningkatkan hemoglobin.

8. Buah bit

Buah bit kaya akan kandungan zat besi, folat, potassium, dan serat. Mengonsumsi buah ini dapat membantu menjaga jumlah sel darah merah.

9. Biji – bijian

Beberapa biji – bijian, seperti biji bunga matahari, biji labu, dan biji rami juga dapat membantu meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh. Biji – bijian ini mengandung vitamin E, B, mangan, selenium, seng, kalium, dan zat besi yang juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

10. Buah delima

Kandungan polifenol dan nitrat pada buah ini dapat membantu meningkatkan aliran darah dan juga oksigen ke jaringan pembuluh darah.

Dengan mengonsumsi makanan yang tinggi nutrisi secara rutin, dapat membantu mencegah dan menangani anemia. Selain itu makanan tersebut juga akan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#sel darah merah #kesehatan #darah #penambah #zat besi #anemia #makanan