Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

3 Fakta Terkait HMPV yang Wajib Kamu Ketahui, Bisa Berpotensi Menyebar ke Indonesia?

Cicik Nur Latifah • Minggu, 5 Januari 2025 | 02:15 WIB
Masyarakat China gunakan masker melindungi diri dari virus HMPV
Masyarakat China gunakan masker melindungi diri dari virus HMPV

RADARTUBAN- Peningkatan kasus infeksi Human Metapneumovirus (HMPV) di China memicu perhatian dunia. Virus yang menyerang saluran pernapasan ini menyebabkan kekhawatiran akan kemungkinan pandemi baru, meski para ahli menyebut potensi tersebut rendah.

Berikut fakta-fakta terkini terkait lonjakan HMPV yang dihimpun dari berbagai sumber.

1. Situasi di China

China melaporkan lonjakan kasus infeksi HMPV, terutama pada anak-anak di bawah usia 14 tahun di wilayah utara negara tersebut.

Dilansir Reuters (27 Desember 2024), otoritas kesehatan China tengah menguji sistem pemantauan baru untuk mendeteksi penyakit pernapasan yang muncul, termasuk pneumonia misterius.

Langkah ini diambil untuk membantu pemerintah menetapkan protokol penanganan patogen baru. Administrasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional akan mengatur pelaporan laboratorium serta verifikasi kasus oleh lembaga terkait.

Musim dingin dan musim semi diperkirakan menjadi waktu meningkatnya penyebaran berbagai infeksi saluran pernapasan di China.

2. Gejala HMPV

Dilaporkan oleh Mint, Jumat (3/1), HMPV dapat menyerang orang dari segala usia. Namun, kelompok paling rentan meliputi:

1.Anak kecil
2.Lansia
3.Orang dengan sistem imun lemah

Gejala yang paling umum meliputi:

- Batuk
- Demam
- Hidung tersumbat
- Sesak napas

Gejala dapat memburuk hingga menyebabkan bronkitis atau pneumonia. Masa inkubasi virus adalah 3–6 hari, dengan durasi penyakit yang bervariasi tergantung tingkat keparahannya.

 

3. Potensi Penyebaran dan Pandemi

Sejauh ini, Kementerian Kesehatan Indonesia memastikan belum ada laporan kasus HMPV di tanah air. Epidemiolog Dicky Budiman dari Griffith University menyatakan bahwa meski HMPV berpotensi masuk ke Indonesia, kemungkinan menjadi pandemi sangat kecil.

“HMPV memiliki tingkat penularan lebih lambat dan gejala yang umumnya lebih ringan dibanding Covid-19,” kata Dicky.

Meski begitu, dia mengingatkan potensi kasus impor, terutama dari pelancong Asia Timur, karena wilayah seperti China, Hong Kong, dan Jepang sedang dilanda musim dingin—kondisi yang memudahkan penyebaran virus.

HMPV menular melalui droplets (percikan liur), kontak langsung, atau menyentuh barang yang terkontaminasi. Namun, kemampuan infeksi HMPV masih lebih rendah dibanding SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Meski lonjakan kasus HMPV di China menjadi perhatian, para ahli meyakini virus ini memiliki potensi pandemi yang sangat rendah. Tetap waspada dan menjaga kebersihan diri adalah langkah preventif terbaik untuk mencegah penyebaran penyakit pernapasan ini. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Human Metapneumovirus #virus #perhatian dunia #Fakta HMPV #pandemi #China #Indonesia #Pernapasan