Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ini Alasan Mengapa Saat Demam Laki-laki Cenderung 'Alay' dan Lebih Manja

Nadia Nafifin • Minggu, 2 Februari 2025 | 17:00 WIB
Ilustrasi demam laki - laki.
Ilustrasi demam laki - laki.

RADARTUBAN - Alasan mengapa saat demam laki-laki cenderung 'alay' dan lebih manja ketika terserang flu atau demam, ternyata ada alasan medisnya. Demam yang membuat semua aktivitasnya terhenti. Seharian hanya berbaring di sofa bahkan tidak mau melakukan apa pun.

Hal ini justru berbanding terbalik dengan seorang wanita yang terserang flu mampu bangkit dan melanjutkan aktivitas hari-harinya.

"Jika seorang wanita terkena infeksi virus atau pilek, dia akan melanjutkan aktivitasnya sehari-hari dan mungkin menceritakannya kepada teman," kata pakar psikolog William Pollack, PhD.

Ternyata hal ini memiliki teori yang menyebut bahwa pria terlihat lebih manja saat sakit karena mereka merasakan gejala-gejala yang lebih parah dibanding yang dirasa perempuan.

Menurut dokter Robert L. Wergin, perbedaan tersebut bukan disebabkan oleh gender, melainkan oleh kepribadian. Ia mencontohkan bahwa ada kelompok pasien yang sangat peka terhadap kondisi tubuhnya dan memperhatikan kesehatannya dengan cermat.

Akibatnya, ketika mengalami flu, mereka cenderung menganggap gejalanya lebih parah karena merasa ada yang tidak beres dengan tubuh mereka.

"Mereka mungkin hanya flu biasa, tapi mereka takut batuk yang dialaminya adalah gejala pneumonia. Ini bisa dialami pria atau wanita," katanya.

 

Namun, terdapat sedikit perbedaan. Penelitian menunjukkan bahwa hormon estrogen dalam tubuh wanita dapat menghambat perkembangbiakan virus. Akibatnya, gejala yang dialami cenderung lebih ringan.

"Virus flu tidak menyebar dengan cepat pada perempuan karena faktor estrogen dan bagaimana tubuhnya bereaksi," kata dokter ahli bedah Kim Templeton.

Selain itu, pria memiliki area otak yang lebih luas dalam mengontrol suhu tubuh akibat pengaruh hormon testosteron. Hal ini menyebabkan mereka cenderung mengalami demam yang lebih tinggi.

Selain faktor biologis, budaya juga berperan dalam bagaimana pria bersikap saat sakit. Sejak dulu, pria diajarkan untuk selalu kuat dan tidak menunjukkan kelemahan.

"Jadi ketika mereka sakit, mereka merasa itu hal yang besar dan membuatnya seolah hal yang parah. Ini akan menyebabkan stres," kata Pollack. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#virus #pilek #demam #flu #Alay