Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cara Atasi Asam Urat Saat Kambuh ALa Aktor Korea, Ju Ji Hoon

Nadia Nafifin • Minggu, 2 Februari 2025 | 21:35 WIB
Aktor Korea, Ju Ji Hoon.
Aktor Korea, Ju Ji Hoon.

RADARTUBAN - Aktor ternama asal Korea Selatan, Ju Ji Hoon, 42, baru-baru ini mengungkapkan masalah kesehatan yang telah dialaminya selama ini.

Tak banyak yang mengetahui bahwa ia menderita asam urat tinggi, yang sering menjadi kendala saat menjalani syuting, terutama untuk film atau serial bergenre aksi.

Bintang film Project Silence ini mengungkapkan bahwa kadar asam uratnya kerap meningkat saat mengalami stres selama proses syuting.

Kondisi ini sangat ia rasakan saat syuting serial Blood Free, di mana ia mengalami sensasi panas di kakinya.

"Ketika aku sedang stres, kadar asam uratku bisa melonjak. Ketika sedang mengambil gambar untuk film aksi, aku merasa ada yang panas di kakiku. Aku biasanya langsung mengambil obat asam urat dan segera menyelesaikan syuting," kata Ju Ji Hoon, Jumat (31/1).

Selain itu, Ju Ji Hoon juga membagikan pengalamannya terkait masalah asam urat saat menjalani syuting film Unofficial Operation, yang dirilis pada 2023.

Untuk mendalami perannya dalam film tersebut, ia harus menjalani latihan fisik intensif dan menambah berat badannya hingga 12 kilogram (kg). Namun, perubahan berat badan yang drastis ini berdampak negatif pada kesehatannya.

Fluktuasi berat badan yang terjadi berulang kali, ditambah dengan proses penuaan alami, menyebabkan penurunan daya tahan tubuh. Hal ini memicu berbagai masalah kesehatan, seperti asam urat dan tinnitus.

"Tidak mudah untuk tiba-tiba menyesuaikan berat badan saya untuk peran tersebut," katanya.

Perlu diketahui, asam urat merupakan salah satu jenis peradangan sendi yang dapat menyebabkan nyeri hebat secara tiba-tiba. Kondisi ini biasanya menyerang sendi di ibu jari kaki, lutut, dan pergelangan kaki.

 

Kadar asam urat dalam darah sangat dipengaruhi oleh pola makan, terutama konsumsi makanan yang tinggi purin. Semakin banyak asupan makanan tinggi purin, semakin tinggi pula kadar asam urat yang diproduksi oleh tubuh.

Dengan memahami jenis makanan yang dapat memicu asam urat, Anda bisa lebih selektif dalam memilih makanan untuk membantu menjaga kadar asam urat tetap stabil.

 

Berikut ini adalah beberapa makanan penyebab asam urat yang perlu dihindari:

1. Makanan Laut
Penderita asam urat disarankan untuk menghindari makanan laut yang tinggi purin, seperti kerang, ikan teri, sarden, tuna, tiram, udang, lobster, dan kepiting. Mengonsumsi seafood dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh dan memperparah gejalanya.

Namun, bagi yang tetap ingin menikmati makanan laut yang bergizi tetapi rendah purin, belut laut atau ikan gindara bisa menjadi alternatif yang lebih aman.

2. Jeroan
Jeroan seperti hati dan lidah mengandung kadar purin yang tinggi, yang dapat diubah oleh tubuh menjadi asam urat. Oleh karena itu, sebaiknya hindari makanan ini dalam pola makan Anda untuk mencegah peningkatan kadar asam urat.

3. Daging Merah
Daging merah, seperti sapi, babi, dan domba, memang kaya akan protein, tetapi juga mengandung purin dalam jumlah tinggi, sehingga dapat memicu peningkatan kadar asam urat.

Untuk menjaga keseimbangan asam urat dalam darah, Anda bisa menggantinya dengan daging ayam atau sumber protein nabati, seperti kacang kedelai yang terdapat dalam tempe dan tahu.

4. Roti
Karbohidrat olahan, seperti roti putih, kue kering, dan kue, dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang berpotensi memperburuk kondisi asam urat. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi makanan ini dibatasi untuk menjaga kesehatan tubuh.

5. Madu
Madu mengandung fruktosa dalam jumlah tinggi, yaitu pemanis alami yang dapat melepaskan purin saat dicerna oleh tubuh. Untuk mencegah atau mengurangi serangan asam urat, sebaiknya batasi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung fruktosa.

6. Alkohol
Minuman beralkohol, terutama bir, dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Selain tinggi purin, bir juga memperlambat proses pembuangan asam urat melalui urine, sehingga berisiko memperparah gejalanya.

Konsumsi bir diketahui dapat meningkatkan kadar asam urat hingga 6,5 persen, bahkan bir non-alkohol pun tetap berkontribusi dengan peningkatan sebesar 4,4 persen. Oleh karena itu, sebaiknya batasi atau hindari konsumsi bir untuk menjaga kadar asam urat tetap stabil. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Ju Ji Hoon #kesehatan #korea selatan #asam urat