RADARTUBAN – Rumah yang kita huni semestinya menjadi tempat aman dan nyaman. Namun, sadarkah kita bahwa banyak sekali radiasi elektromagnetik (EMF) di rumah yang dihasilkan dari benda-benda elektronik? Mulai dari gadget, router WiFi, TV, laptop, computer dan lain-lain.
Radiasi elektromagnetik tentu sedikit banyaknya memiliki pengaruh terhadap kesehatan pengguhi rumah. Seperti gangguan tidur, sakit kepala, mudah lelah, bahkan menurut beberapa penelitian bisa meningkatkan risiko kanker.
Tidak dipungkiri, di era yang serba digital, kita tidak bisa lepas dari barang-barang elektronik. Betapa beruntungnya ketika alam menyediakan solusi untuk menangkal radiasi elektro jahat di rumah.
Berikut 7 tanaman superhero yang dapat menangkal radiasi elektro jahat dan dapat ditanam di rumah menurut beberapa jurnal penelitian juga menurut National Aeronautics and Space Administration (NASA) dalam proyek Clean Air Study:
1. Karet Kebo
Dilansir dari akun resmi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo karet kebo atau Ficus elastica (moraceae) merupakan tanaman hijau yang banyak tersebar dan memiliki tinggi 30 m. Karet kebo mampu menyerap radiasi elektro jahat dengan rata-rata 25%.
Selain itu tanaman dengan daun sepanjang 7 sampai dengan 20 cm ini juga bermanfaat untuk membersihkan udara, menurunkan risiko alergi, membasmi bakteri dan jamur di udara, mengatasi ruam kulit, analgesik alami, menjaga kesehatan pencernaan, sebagai sumber antioksidan dan penyejuk di dalam ruangan.
2. Kaktus
Tanaman berduri ini ternyata cukup efisien dalam menyerap radiasi elektromagnetik menurut NASA. Radiasi EMF sebagian besar bergerak dalam garis lurus, agar lebih efektif, kaktus harus diletakkan tepat di dekat komputer atau perangkat apa pun yang memancarkan radiasi EMF.
Kaktus yang sangat baik dalam beradaptasi dengan kondisi panas dan kering memiliki 90 persen massa yang terdiri dari air. Kemampuan kaktus untuk mengatasi panas membekali mereka menghadapi EMF karena radiasi diubah menjadi panas di dalam batang.
3. Lidah Mertua
Lidah mertua menjadi alternatif dalam menyerap radiasi. Berdasarkan informasi dari Bokashi Living, tanaman ini tidak hanya efektif mengubah karbon dioksida menjadi oksigen, tetapi juga menyuguhkan tampilan estetika yang menarik lewat deretan daun panjang dan tipisnya.
Tanaman ini dapat ditanam dalam berbagai jenis pot dan tidak memerlukan perawatan intensif atau penyiraman berlebihan. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, letakkan lidah mertua di area yang tidak langsung terkena sinar matahari dan dekat dengan perangkat elektronik seperti komputer dan WiFi, yang kerap menjadi sumber radiasi di ruang kerja maupun ruang tamu.
4. Ivy
Ivy atau Hedera helix mampu menyerap EMF sampi 28%. Tanaman menjalar, kuat, dan terus berwarna hijau sepanjang tahun itu ternyata juga bermanfaat sebagai antiperadangan, antimikroba, antioksidan, dan membantu menyembuhkan batuk.
5. Lidah Buaya
Tak hanya dikenal sebagai tanaman penyembuh untuk kulit dan rambut, lidah buaya ternyata juga berperan dalam membersihkan udara dengan mengonversi karbon dioksida menjadi oksigen. Meskipun manfaat medisnya sudah banyak dikenal, potensi lidah buaya dalam menyerap radiasi rumah masih jarang diketahui publik.
Agar tidak mengalami “terbakar” akibat paparan sinar matahari langsung yang berlebihan, sebaiknya tempatkan lidah buaya di lokasi dengan intensitas matahari yang moderat, sekitar enam jam sehari sudah cukup untuk menjaga kesehatannya.
6. Sirih
Menurut keterangan dari Bon Charge, daun sirih telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di berbagai budaya Asia. Dengan bentuk daun yang menyerupai hati, tanaman ini kerap dikaitkan dengan berbagai khasiat penyembuhan, mulai dari mengatasi bau mulut hingga meredakan gangguan pernapasan ringan.
Tak hanya itu, daun sirih atau Piper betle ini juga memiliki kemampuan radioprotektif, yakni menyerap dan melawan efek buruk radiasi. Kemampuannya untuk tumbuh subur di dalam maupun luar ruangan serta kecenderungannya untuk menyebar dengan cepat membuatnya menjadi pilihan ideal bagi Anda yang menginginkan tanaman serbaguna dan bermanfaat.
7. Pakis Asparagus
Tak kalah menarik, pakis asparagus menawarkan keindahan alami sebagai elemen dekoratif di ruang interior. Dengan penempatan di pot gantung, tanaman ini dapat menghadirkan nuansa hijau yang menenangkan dan pemandangan visual yang memukau.
Meski demikian, perawatan pakis asparagus memerlukan perhatian khusus; tanaman ini menyukai kelembapan sehingga perlu dipastikan tetap terhidrasi dengan baik.
Selain keindahannya, pakis asparagus dikenal kaya akan antioksidan yang berfungsi melawan kerusakan sel akibat radiasi, menjadikannya salah satu senjata alami dalam menjaga kesehatan lingkungan rumah.
Dengan tujuh tanaman ini, Anda tidak hanya mendapatkan keindahan dan kesegaran alami, tetapi juga perlindungan tambahan dari radiasi elektromagnetik yang semakin marak di era digital. Selalu pastikan penempatan dan perawatan yang tepat agar manfaat maksimal dapat dirasakan di setiap sudut rumah. Semangat menanam! (*)
Editor : Yudha Satria Aditama