RADARTUBAN - Menjalani ibadah puasa bisa menjadi tantangan bagi penderita maag atau GERD. Maag adalah kondisi di mana terjadi peradangan atau iritasi pada lapisan lambung akibat produksi asam yang berlebihan.
Sedangkan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah penyakit yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar di dada (heartburn) dan ketidaknyamanan lainnya.
Namun, dengan menerapkan beberapa strategi yang tepat, puasa tetap bisa dijalani dengan nyaman.
Berikut adalah delapan tips agar puasa tetap lancar tanpa memicu gangguan asam lambung:
1. Rutin Sahur
Sahur sangat penting bagi penderita maag atau GERD, karena dapat mencegah naiknya asam lambung di siang hari. Perut yang kosong terlalu lama bisa meningkatkan produksi asam lambung, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
Pilihlah makanan yang kaya serat dan bernutrisi agar lambung memiliki waktu lebih lama untuk mencernanya dan menjaga kadar asam tetap stabil.
2. Segera Berbuka Puasa
Menunda berbuka bisa memperparah kondisi asam lambung. Begitu adzan magrib berkumandang, segera konsumsi makanan ringan yang mudah dicerna agar lambung tidak kosong lebih lama. Hal ini membantu mengontrol produksi asam lambung dan mengurangi risiko refluks asam.
3. Makan dengan Perlahan
Mengunyah makanan secara perlahan dapat membantu proses pencernaan dan mengurangi risiko naiknya asam lambung. Hindari makan dengan terburu-buru, karena makanan yang tidak dikunyah dengan baik dapat memperberat kerja lambung dan memicu gejala GERD.
4. Konsumsi Makanan dalam Porsi Kecil
Makan dalam jumlah besar sekaligus dapat memicu peningkatan asam lambung. Sebaiknya konsumsi makanan dalam porsi kecil tapi sering, baik saat berbuka maupun sahur. Dengan begitu, lambung tidak bekerja terlalu keras dan risiko refluks asam bisa diminimalkan.
5. Hindari Makanan dan Minuman Pemicu Asam Lambung
Beberapa jenis makanan dan minuman dapat memperburuk kondisi maag atau GERD. Hindari makanan pedas, berlemak, asam, serta minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda. Mengonsumsi makanan yang lebih ramah lambung dapat membantu menjaga kestabilan asam lambung selama berpuasa.
6. Jangan Langsung Tidur Setelah Makan
Setelah makan sahur, usahakan untuk tidak langsung tidur. Beri jeda sekitar tiga jam sebelum berbaring agar makanan dapat dicerna dengan baik. Tidur dalam posisi miring ke kiri juga bisa membantu mengurangi risiko asam lambung naik ke kerongkongan.
7. Jaga Pola Tidur yang Baik
Tidur yang cukup dan berkualitas dapat membantu mengurangi stres yang berkontribusi terhadap naiknya asam lambung. Posisi tidur juga berpengaruh, sehingga tidur dengan kepala lebih tinggi dapat mencegah refluks asam saat malam hari.
8. Konsumsi Obat Jika Diperlukan
Jika gejala maag atau GERD masih terasa meskipun sudah menerapkan pola makan yang baik, konsumsi obat dapat menjadi solusi. Beberapa jenis obat yang bisa membantu antara lain antasida untuk menetralkan asam lambung, penghambat reseptor H2 seperti Famotidine untuk mengurangi produksi asam, serta Proton Pump Inhibitor (PPI) seperti Omeprazole yang lebih efektif dalam menekan produksi asam lambung.
Dengan menerapkan delapan tips di atas, penderita maag atau GERD tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman. Jika keluhan terus berlanjut, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama