Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tips Aman Menyimpan dan Memanaskan Makanan Sahur agar Tetap Sehat dan Bergizi

Nadia Nafifin • Minggu, 16 Maret 2025 | 14:35 WIB
Tips Aman Menyimpan dan Memanaskan Makanan Sahur
Tips Aman Menyimpan dan Memanaskan Makanan Sahur

RADARTUBAN - Ahli gizi Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS. SpGK (K) memberikan panduan tentang cara menyimpan dan menghangatkan makanan sahur dengan benar agar tetap aman dikonsumsi dan kualitasnya terjaga.

"Cara terbaik untuk menyimpan makanan agar tetap aman dan higienis, simpan di tempat tertutup dan kedap udara untuk menghindari kontaminasi," kata Luciana, dikutip dari Antara, Sabtu (15/3).

Menurut Luciana, banyak orang memilih menyiapkan makanan sahur sejak malam dan menghangatkannya kembali di pagi hari karena lebih praktis.

Namun, agar makanan tetap aman dan berkualitas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses penyimpanan dan pemanasannya.

Makanan yang sudah disiapkan sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup yang bersih dan kedap udara. Cara ini dapat mencegah kontaminasi dari serangga, binatang kecil, atau bakteri yang bisa masuk melalui udara.

Jika ingin menyimpan makanan di lemari es, pastikan makanan sudah benar-benar dingin sebelum dimasukkan.

Luciana mengingatkan agar tidak langsung menyimpan makanan dalam kondisi panas, karena hal ini bisa meningkatkan suhu di dalam kulkas dan mempercepat pertumbuhan bakteri.

Agar lebih aman, makanan sebaiknya dibagi ke dalam porsi kecil. Selain mempercepat proses pendinginan, cara ini juga membantu makanan tetap segar saat disimpan.

"Makanan yang disimpan di kulkas sebaiknya tidak lebih dari empat hari, tergantung jenisnya," kata Luciana.

Ia juga menjelaskan bahwa memanaskan ulang makanan bisa memengaruhi kandungan gizinya. Beberapa nutrisi, terutama vitamin yang larut dalam air, bisa berkurang atau bahkan hilang selama proses pemanasan ulang.

Memanaskan ulang makanan juga bisa mengubah tekstur dan rasa aslinya.

Agar nutrisi dalam makanan tetap terjaga, disarankan untuk tidak memanaskannya terlalu lama. Pilih metode pemanasan yang lebih lembut, seperti mengukus atau menggunakan api kecil, agar makanan tetap lezat dan bergizi.

Tidak semua makanan cocok untuk dipanaskan ulang. Makanan berkuah, seperti sup atau sayur, cenderung mengalami penurunan kualitas dan rasa jika dipanaskan berkali-kali.

Selain itu, bahan makanan yang mudah rusak, seperti ikan atau telur, lebih rentan kehilangan nutrisi dan berubah rasanya setelah dipanaskan kembali.

Makanan yang mengandung banyak air, seperti buah-buahan atau sayuran segar, juga lebih cepat rusak dan tidak tahan lama jika disimpan terlalu lama.

Sebaliknya, makanan yang lebih padat dan memiliki kadar air rendah, seperti daging matang, nasi, atau makanan olahan, cenderung lebih tahan lama. Memilih bahan makanan yang lebih padat bisa membantu menjaga kualitas makanan meskipun disimpan untuk beberapa waktu.

Dengan cara penyimpanan dan pemanasan yang tepat, sahur bisa tetap praktis tanpa mengorbankan kualitas dan keamanan makanan.

"Pastikan selalu menjaga kebersihan dan kehigienisan makanan agar sahur tetap bermanfaat dan menyegarkan tubuh sepanjang hari," tutupnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#aman dikonsumsi #menghangatkan makanan #Tips Aman Menyimpan dan Memanaskan Makanan Sahur #sehat dan bergizi #sahur