Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kenapa Jari Keriput Saat Direndam Air? Ini Penjelasan Ilmiah dan Evolusionernya

Nadia Nafifin • Minggu, 13 April 2025 | 14:52 WIB
Jari mengkerut saat terkena air ternyata ada penjelasannya.
Jari mengkerut saat terkena air ternyata ada penjelasannya.

RADARTUBAN - Pasti kalian sering mengalami kulit pada jari tangan keriput saat terkena air. Lalu, mengapa kulit kita menjadi keriput jika terkena air?

Menurut Danilo Del Campo, seorang dokter kulit dari Chicago Skin Clinic, bagian telapak tangan dan kaki kita dilapisi kulit khusus yang disebut kulit glabrous.

Istilah ini berasal dari bahasa Latin glaber, yang berarti "botak", karena memang tidak ada bulu di sana.

Kulit glabrous bukan cuma mulus tanpa bulu, tapi juga sangat peka terhadap rangsangan.

Di bawah permukaannya terdapat banyak reseptor sensorik yang bertugas menangkap rangsangan dari luar, lalu mengubahnya menjadi sinyal listrik untuk diteruskan ke otak.

Kulit jenis ini juga dimiliki oleh beberapa hewan seperti tikus bintang dan platipus, yang menggunakan bagian tubuh tersebut untuk mengenali lingkungan di sekitarnya.

Menariknya, penelitian pada tikus menemukan bahwa saraf yang merespons dengan cepat di kulit glabrous jumlahnya tiga kali lebih banyak dibandingkan kulit yang berbulu.

Artinya, kulit ini memang dirancang untuk bereaksi lebih cepat terhadap sentuhan atau rangsangan.

Petunjuk dari Pasien Polio: Apa Hubungannya Saraf dan Kerutan Jari?

Tanda pertama bahwa kerutan di jari bisa jadi berkaitan dengan sistem saraf muncul dari sebuah studi klasik tahun 1936 yang dilakukan oleh Sir George White Pickering dan Thomas Lewis.

Dalam penelitian tersebut, mereka mengamati pasien polio yang mengalami kerusakan pada saraf median—saraf utama yang menghubungkan lengan ke tangan.

Menariknya, meskipun jari pasien ini direndam dalam air cukup lama, permukaan kulit mereka tetap halus dan tidak berkerut seperti biasanya.

Saraf median ternyata merupakan bagian dari sistem saraf simpatik, yang berperan dalam reaksi tubuh saat menghadapi situasi stres atau bahaya, sering disebut sebagai respons “fight or flight.”

Ketika saraf ini terganggu, sinyal yang seharusnya memicu terjadinya kerutan juga tidak tersampaikan, sehingga jari tetap tampak mulus meski terkena air.

Temuan ini menjadi salah satu bukti awal bahwa respons kulit terhadap air sebenarnya bukan cuma soal kelembapan, tapi juga melibatkan sistem saraf.

Bagaimana Jari Bisa Berkerut? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Pada tahun 2003, para ilmuwan berhasil mengungkap mekanisme di balik munculnya kerutan di jari saat direndam air.

Mereka menemukan bahwa sistem saraf simpatik memegang peranan penting dalam proses ini.

Saat tangan terendam air, pembuluh darah di jari-jari mengalami penyempitan secara tiba-tiba—fenomena ini dikenal sebagai vasokonstriksi.

Penyempitan ini menyebabkan aliran darah ke permukaan kulit menurun, yang kemudian membuat jaringan kulit di atasnya menyusut dan membentuk kerutan.

Reaksi ini ternyata dipicu oleh sistem saraf simpatik, sistem yang juga bertanggung jawab atas berbagai reaksi tubuh dalam kondisi stres atau bahaya.

Dengan kata lain, kerutan di jari bukan cuma akibat kulit yang menyerap air, tetapi merupakan respon aktif dari tubuh yang dikendalikan oleh saraf.

Jadi, kerutan di jari saat direndam air bukan karena kulit "menggembung" akibat menyerap air, seperti yang sering disangka.

Sebenarnya, kerutan itu muncul karena pembuluh darah di bawah kulit menyempit (vasokonstriksi), yang menyebabkan aliran darah berkurang. Akibatnya, kulit menyusut dan terbentuklah kerutan-kerutan di permukaan.

Ini adalah respons aktif dari sistem saraf simpatik—jadi tubuh kita benar-benar "mengatur" kemunculan kerutan tersebut. Fascinating, kan?

Mengapa Evolusi Membuat Jari Kita Keriput? Ini Penjelasannya

Pertanyaan besar yang tersisa adalah: kenapa jari kita berevolusi untuk berkerut saat terkena air?

Jawaban menarik datang dari sebuah studi tahun 2021 yang dipimpin oleh Nick Davis dari Manchester Metropolitan University.

Dalam eksperimen yang digelar di British Science Museum, ia mencoba mencari tahu apakah jari yang berkerut benar-benar memberi keuntungan dalam situasi tertentu.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah kerutan pada jari bisa membantu manusia menggenggam benda-benda basah dengan lebih baik—mirip seperti pola alur ban mobil yang dirancang agar tidak licin di jalan basah.

Dan benar saja, hasil eksperimen menunjukkan bahwa jari yang berkerut cenderung lebih efektif saat memegang objek licin dibandingkan jari yang masih kering atau mulus.

Temuan ini menguatkan teori bahwa kerutan pada jari adalah hasil dari adaptasi evolusioner—fitur yang dikembangkan tubuh untuk meningkatkan cengkeraman dalam kondisi basah.

Memungkinkan sangat berguna bagi nenek moyang kita saat mencari makanan di lingkungan lembap atau berlumpur.

Menurut Lauren Taglia dari Northwestern Medicine, hal ini mungkin memberikan keuntungan evolusioner bagi nenek moyang kita—misalnya untuk memegang ikan di air dengan lebih baik.

Begitu juga ketika mereka harus berjalan di sungai atau di permukaan licin tanpa alas kaki—kerutan di telapak kaki bisa membantu mencengkeram permukaan dan mencegah tergelincir.

Menariknya, dokter sekarang juga menggunakan respons alami ini sebagai alat untuk mendeteksi kesehatan saraf.

Jika jari seseorang tidak berkerut setelah direndam dalam air, bisa jadi itu merupakan tanda adanya gangguan pada sistem saraf simpatik yang mengatur respons otomatis tubuh.

“Kulit adalah jendela menuju kondisi tubuh secara keseluruhan,” kata Del Campo.

Dan siapa sangka, fitur evolusi yang membantu manusia purba bertahan hidup juga kini berperan dalam dunia medis modern.

Kalau kamu penasaran, coba saja sendiri: rendam tanganmu di air selama beberapa menit, dan perhatikan perubahan yang terjadi.

Itu bukan sekadar kulit yang keriput—itu adalah kerja cerdas sistem saraf tubuh. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#jari keriput #ilmuwan #dokter kulit #Saraf #air