RADARTUBAN - Pernah mendengar larangan mandi saat tubuh masih berkeringat?
Banyak orang percaya bahwa mandi dalam kondisi seperti itu bisa menyebabkan masuk angin atau bahkan sakit. Namun, apakah benar demikian?
Menurut penjelasan dari Eva Sri Diana, seorang dokter spesialis paru - paru di Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta, mandi ketika sedang berkeringat sebenarnya tidak berbahaya.
Asalkan keringat tersebut bukan berasal dari aktivitas olahraga berat.
Dalam kondisi cuaca panas atau setelah melakukan aktivitas ringan yang membuat tubuh mengeluarkan keringat, mandi justru bisa menjadi langkah yang baik untuk menyegarkan diri.
Keringat yang bercampur dengan kotoran, minyak, dan debu dapat dibersihkan secara efektif melalui mandi, sehingga membantu menjaga kebersihan dan kesehatan kulit.
Eva menegaskan bahwa tidak ada masalah jika seseorang mandi saat berkeringat karena suhu lingkungan yang panas.
Yang perlu diperhatikan adalah suhu air yang digunakan.
Eva menyarankan untuk tidak menggunakan air yang bersuhu terlalu dingin, karena perubahan suhu yang ekstrem secara tiba-tiba bisa menyebabkan tubuh kaget.
Sebaiknya, gunakan air dengan suhu normal agar tubuh dapat beradaptasi dengan baik.
Namun, kondisi ini menjadi berbeda jika keringat yang keluar disebabkan oleh aktivitas fisik berat seperti olahraga.
Saat tubuh masih dalam kondisi panas akibat pembakaran kalori, mandi sebaiknya tidak langsung dilakukan.
Tubuh yang berkeringat akibat aktivitas fisik yang berat memerlukan waktu untuk menurunkan suhu secara perlahan agar tidak terjadi gangguan pada sistem tubuh.
Mandi terlalu cepat setelah berolahraga berisiko memicu reaksi negatif seperti kram otot yang terjadi atau merasa pusing.
Setelah berolahraga, sebaiknya istirahatkan tubuh terlebih dahulu hingga suhu kembali normal. Barulah setelah itu, mandi dapat dilakukan dengan aman, menggunakan air bersuhu wajar.
Sumber lain menyebutkan, mandi setelah berkeringat bisa memberikan dampak yang beragam bagi tubuh, tergantung pada bagaimana cara dan kondisi seseorang melakukannya.
Secara umum, mandi setelah aktivitas fisik yang menyebabkan tubuh berkeringat adalah cara yang baik untuk membersihkan tubuh dari kotoran, keringat, dan bakteri yang menempel pada kulit.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan waktu dan cara mandi setelah berkeringat, agar proses tersebut tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.
Mandi dengan air dingin setelah berkeringat dapat memberikan sensasi kesegaran yang luar biasa.
Namun, jika dilakukan terlalu cepat setelah tubuh berkeringat, bisa menyebabkan kontraksi pembuluh darah, yang pada beberapa orang bisa memicu rasa pusing atau bahkan menyebabkan kelelahan.
Pada suhu dingin, tubuh yang sedang dalam kondisi berkeringat mungkin kesulitan untuk menyesuaikan suhu tubuh dengan cepat, yang dapat memengaruhi kestabilan peredaran darah.
Sebaliknya, mandi dengan air hangat atau suam-suam kuku setelah berkeringat dapat lebih menenangkan tubuh, membantu melemaskan otot yang tegang, dan meningkatkan sirkulasi darah.
Air hangat juga bisa membantu membuka pori-pori kulit, yang dapat mempermudah pembersihan kotoran dan sisa-sisa keringat yang tertinggal di kulit.
Mandi dengan air hangat juga dianggap lebih aman karena suhu tubuh bisa lebih mudah menyesuaikan, mengurangi risiko efek samping seperti pusing atau ketegangan otot.
Namun, penting juga untuk tidak terlalu lama berada di bawah air panas, karena itu dapat menyebabkan kulit menjadi kering atau bahkan iritasi.
Setelah mandi, penting untuk segera mengeringkan tubuh dengan handuk yang bersih dan menjaga hidrasi tubuh dengan meminum air putih untuk menggantikan cairan yang hilang selama berkeringat.
Secara keseluruhan, mandi setelah berkeringat adalah hal yang baik untuk kebersihan tubuh, namun harus dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan suhu air serta waktu yang tepat.
Dengan begitu, tubuh dapat merasa lebih segar, bersih, dan terhindar dari masalah kulit atau sirkulasi darah. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama