RADARTUBAN - Federasi Diabetes Internasional (IDF) telah secara resmi menetapkan adanya jenis diabetes baru, yakni diabetes tipe 5 atau yang dikenal dengan Maturity Onset Diabetes of the Young (MODY).
Penetapan ini dilakukan melalui proses pemungutan suara dalam Kongres Diabetes Dunia IDF yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand pada 8 April 2025.
Jenis diabetes langka ini pertama kali terdeteksi di sejumlah negara berkembang dalam beberapa dekade terakhir dan sempat memunculkan perdebatan terkait pengklasifikasian penyakit tersebut.
Diperkirakan, kondisi ini memengaruhi sekitar 25 juta orang di seluruh dunia.
Meredith Hawkins, profesor kedokteran di Albert Einstein College of Medicine, menyatakan bahwa jenis diabetes ini secara historis sering kali luput dari diagnosis dan masih kurang dipahami.
“Pengakuan IDF sebagai diabetes Tipe 5 merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesadaran akan masalah kesehatan yang sangat menghancurkan begitu banyak orang,” kata dia, dikutip dari The Independent, Sabtu (19/4).
Diabetes tipe 5 merupakan jenis diabetes yang disebabkan oleh rendahnya produksi insulin akibat malnutrisi, khususnya di kalangan remaja dan dewasa muda.
Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan “diabetes yang berkaitan dengan malnutrisi”.
Sebagian besar penderita diabetes tipe 5 adalah individu yang bertubuh kurus dan mengalami kekurangan gizi, terutama berasal dari keluarga berpenghasilan rendah hingga menengah.
Menurut laman resmi IDF, diabetes tipe 5 merujuk pada bentuk diabetes dengan defisiensi insulin berat (SIDD), yang ditandai dengan tingkat kekurangan insulin yang signifikan dan kontrol metabolik yang buruk.
Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama saat masa kanak-kanak atau remaja.
Sebagai tambahan informasi, diabetes tipe 1 terjadi akibat reaksi autoimun yang menghancurkan sel-sel penghasil insulin dalam tubuh.
Sementara diabetes tipe 2 disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya.
Berbeda dari keduanya, diabetes tipe 5 diyakini muncul akibat gangguan perkembangan pankreas yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi dalam jangka waktu lama.
Meski kondisi ini telah diamati selama lebih dari tujuh dekade, diabetes tipe 5 masih sering terabaikan dalam diskusi kesehatan global.
Pertama kali teridentifikasi pada pertengahan abad ke-20, penyakit ini kerap salah diklasifikasikan sebagai diabetes tipe 1 atau tipe 2.
Sebelumnya, teori yang beredar menyebutkan bahwa kondisi ini disebabkan oleh resistensi insulin.
Namun, hasil penelitian terbaru dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa diabetes tipe 5 memiliki profil metabolik yang berbeda.
Penderita diabetes tipe 5 mengalami kekurangan insulin, tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda resistensi terhadap insulin.
Dalam Kongres Diabetes Dunia yang digelar di Bangkok, Presiden IDF, Profesor Peter Schwarz, mengumumkan pembentukan sebuah kelompok kerja khusus.
Kelompok ini akan bertugas menyusun kriteria diagnostik resmi serta panduan pengobatan untuk diabetes tipe 5.
Selain itu, mereka juga akan membentuk registri penelitian berskala global dan menyusun modul edukasi guna melatih para tenaga kesehatan dalam menangani jenis diabetes tersebut.
Istilah diabetes tipe 5 pertama kali diperkenalkan oleh Peter Schwarz pada Januari tahun ini, seperti yang dilaporkan oleh Indian Express pada Sabtu (19/4).
Penyakit ini pertama kali dilaporkan di Jamaika pada tahun 1955 dengan nama diabetes tipe J.
Pada tahun 1985, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan kondisi ini sebagai "diabetes melitus terkait malnutrisi."
Namun, klasifikasi tersebut dihapus pada tahun 1999 karena kurangnya bukti yang menghubungkan langsung malnutrisi dengan penyakit ini.
Menariknya, malnutrisi kini dianggap sebagai salah satu ciri khas dari kondisi yang kini dikenal sebagai diabetes tipe 5. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni