RADARTUBAN - Creatine adalah salah satu suplemen yang banyak dikenal dan banyak digunakan oleh para kalangan atlet, pecinta kebugaran, hingga mereka yang ingin meningkatkan kekuatan otot.
Seiring berjalannya waktu, creatine ini makin populer dan makin diminati karena tersedia dalam berbagai varian yang berguna untuk menunjang performa fisik.
Sebelum mulai mengonsumsi creatine, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui.
Creatine adalah senyawa alami yang terdapat dalam tubuh manusia, khususnya di otot rangka dan sebagian lainnya di otak.
Zat ini berperan dalam menyediakan energi untuk otot, terutama saat melakukan aktivitas fisik yang berat.
Kini, creatine banyak dijual dalam bentuk suplemen karena dapat meningkatkan performa fisik, terutama dalam latihan intensitas tinggi seperti angkat beban, lari cepat, dan olahraga anaerobik lainnya.
Pada dasarnya, creatine membantu tubuh memproduksi ATP (adenosin trifosfat), yakni sumber energi utama dalam aktivitas fisik yang membutuhkan tenaga besar dalam waktu singkat.
Ada beberapa fakta penting perlu diketahui tentang penggunaan creatine.
Pertama, suplemen ini bisa meningkatkan energi selama latihan berat.
Kedua, creatine berperan dalam meningkatkan kekuatan dan pertumbuhan otot.
Ketiga, penggunaan berlebihan dapat menimbulkan risiko gangguan pada ginjal dan hati, seperti terbentuknya batu ginjal, kerusakan ginjal, dan masalah hati.
Selain itu, creatine juga memberikan berbagai manfaat kesehatan. Salah satunya adalah meningkatkan kekuatan otot dengan menambah cadangan energi di dalamnya.
Ini memungkinkan latihan dilakukan dengan intensitas yang lebih tinggi, seperti saat mengangkat beban atau melakukan sprint.
Manfaat lainnya adalah meningkatkan massa otot. Creatine dapat menyebabkan penahanan air dalam jaringan otot yang menyebabkan otot terlihat lebih besar dan mendukung sintesis protein untuk mempercepat pemulihan pasca-latihan.
Beberapa studi juga menunjukkan bahwa creatine mampu mempercepat pemulihan otot setelah latihan dengan mengurangi peradangan serta kerusakan jaringan otot.
Tidak hanya itu, creatine juga bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh selama melakukan latihan berkepanjangan, khususnya saat melibatkan kekuatan otot secara terus-menerus.
Creatine juga berperan dalam mempercepat pemulihan dari cedera atau masa istirahat total.
Dalam kondisi seperti itu, creatine dapat membantu mempertahankan massa otot dan mengurangi risiko kehilangan otot selama tidak aktif.
Ada beberapa bentuk creatine yang umum digunakan. Jenis pertama adalah creatine monohydrate yang berfungsi mendukung peningkatan performa dan massa otot.
Lalu, ada creatine hydrochloride (HCl) yang dirancang untuk mengurangi gangguan pencernaan seperti perut kembung. Creatine ethyl ester (CEE) juga memiliki manfaat serupa dalam menghindari ketidaknyamanan perut.
Sedangkan buffered creatine (krea-alkalyn) memiliki pH yang lebih tinggi dan lebih mudah dicerna.
Untuk konsumsi creatine, penting untuk memperhatikan dosis yang tepat agar aman digunakan. Disarankan untuk mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan atau berdasarkan saran dari profesional kesehatan.
Ada beberapa metode penggunaan. Fase loading dilakukan di awal dengan konsumsi creatine dalam jumlah tinggi selama sekitar lima hingga tujuh hari, biasanya sebanyak 20 gram per hari yang dibagi dalam empat kali minum.
Setelahnya, masuk ke fase pemeliharaan dengan dosis 3–5 gram per hari. Alternatifnya, creatine bisa langsung dikonsumsi dengan dosis 3–5 gram harian tanpa melalui fase loading.
Sebelum menggunakan creatine, sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal. Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi, terutama jika memiliki kondisi medis tertentu.
Menentukan tujuan penggunaan creatine juga penting agar dosis dan cara pakainya sesuai.
Mengonsumsi melebihi dosis yang dianjurkan tidak akan memberikan hasil lebih baik dan malah berpotensi menimbulkan efek samping.
Pastikan juga memilih produk creatine dari merek terpercaya untuk keamanan dan efektivitas penggunaannya.
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni