Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sebelum Meminumnya, Berikut Tips Menentukan Whey Protein Sesuai Dengan Tubuh Kita

M Robit Bilhaq • Selasa, 22 April 2025 | 13:05 WIB

 

Ilustrasi Whey Protein
Ilustrasi Whey Protein

RADARTUBAN - Guna mencukupi kebutuhan nutrisi harian, banyak orang mengandalkan makanan alami.

Namun, di era yang serba cepat ini, sebagian memilih menambahkan suplemen untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, salah satunya adalah whey protein.

Suplemen ini dikenal sebagai sumber protein dengan kualitas tinggi yang bermanfaat dalam memperbaiki dan membangun jaringan otot setelah beraktivitas fisik.

Meski penggunaannya cukup populer di kalangan pecinta kebugaran, penting untuk dipahami bahwa whey protein tidak selalu cocok untuk semua orang.

Setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda tergantung pada usia, jenis kelamin, serta tingkat aktivitas fisik.

Maka dari itu, memahami jenis whey protein yang tepat menjadi langkah penting sebelum mulai mengonsumsinya.

Artikel ini akan membahas tentang bagaimana memilih whey protein sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh masing-masing.

Dengan memahami hal tersebut, Anda bisa memperoleh manfaat optimal dari whey protein serta memastikan asupan protein mendukung tujuan kebugaran yang diinginkan.

1. Menyesuaikan dengan Usia

Usia merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kebutuhan protein.

Untuk anak-anak di bawah usia 15 tahun, konsumsi whey protein sebaiknya berdasarkan rekomendasi dari dokter atau ahli gizi, karena mereka masih berada dalam tahap pertumbuhan dan sebaiknya mendapat nutrisi dari makanan alami.

Pada kelompok usia 15 hingga 18 tahun, pertimbangan serupa berlaku. Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan agar kebutuhan protein tercukupi secara seimbang dan aman.

Whey protein bisa saja digunakan sebagai tambahan, namun bukan pengganti makanan pokok.

Bagi orang dewasa berusia 18 hingga 50 tahun, kebutuhan protein sangat dipengaruhi oleh seberapa aktif mereka secara fisik.

Seseorang yang aktif, seperti atlet atau penggiat olahraga berat, akan membutuhkan lebih banyak protein dibandingkan yang jarang bergerak.

Sementara itu, bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun, whey protein dapat berguna untuk menjaga massa otot dan kekuatan tubuh, namun dosisnya tetap harus berdasarkan anjuran medis.

2. Memperhatikan Perbedaan Jenis Kelamin

Jenis kelamin juga turut memengaruhi jumlah protein yang dibutuhkan. Pria umumnya memiliki massa otot lebih besar sehingga membutuhkan lebih banyak protein dibandingkan wanita.

Namun, ini bukan aturan baku karena kebutuhan protein tetap tergantung pada berbagai hal seperti berat badan, pola olahraga, dan tujuan kesehatan masing-masing.

Wanita, walaupun biasanya memiliki massa otot lebih sedikit, tetap membutuhkan cukup protein untuk mendukung kesehatan tulang dan otot.

Oleh karena itu, pemahaman terhadap kebutuhan tubuh masing-masing sangat penting, tidak hanya berdasarkan jenis kelamin saja.

3. Tingkat Aktivitas Fisik

Tingkat aktivitas harian juga menentukan seberapa besar asupan protein yang dibutuhkan.

Mereka yang jarang bergerak kemungkinan besar sudah cukup mendapatkan protein dari makanan sehari-hari.

Sebaliknya, bagi mereka yang rutin melakukan latihan fisik, kebutuhan protein meningkat agar otot bisa pulih dan berkembang dengan optimal.

Atlet dan binaragawan, misalnya, memerlukan asupan protein lebih tinggi untuk menunjang performa dan proses pemulihan setelah latihan intensif.

4. Mengetahui Jenis Whey Protein

Whey protein hadir dalam beberapa bentuk, antara lain:

Whey Concentrate: Mengandung 70-80% protein, memiliki kadar lemak dan laktosa lebih tinggi, serta lebih terjangkau.

Whey Isolate: Memiliki lebih dari 90% kandungan protein, kadar lemak dan laktosanya lebih rendah, cocok untuk mereka yang tidak toleran terhadap laktosa.

Whey Hydrolysate: Sudah melalui proses hidrolisis sehingga lebih mudah dicerna. Cocok untuk orang dengan masalah pencernaan, meski harganya relatif lebih mahal.

5. Teliti Kandungan Tambahan

Saat memilih produk whey protein, perhatikan bahan-bahan tambahan seperti gula, pemanis buatan, atau bahan pengawet.

Disarankan untuk memilih produk dengan sedikit tambahan agar manfaat proteinnya tidak berkurang dan tetap aman bagi tubuh.

6. Konsultasi Sebelum Konsumsi

Jika memiliki kondisi medis tertentu atau sedang dalam pengobatan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mulai mengonsumsi whey protein.

Mereka dapat membantu menentukan jenis dan jumlah yang sesuai agar tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor di atas, Anda bisa lebih mudah memilih jenis whey protein yang sesuai dengan kondisi tubuh dan tujuan kebugaran Anda.

Perlu diingat bahwa whey protein adalah suplemen pelengkap, bukan pengganti makanan utama yang seimbang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kebutuhan nutrisi #protein #whey protein #aktivitas fisik #jenis kelamin