Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Studi Ungkap Pria Lebih Rentan Meninggal Akibat Sindrom Patah Hati, Begini Faktanya

Nadia Nafifin • Senin, 19 Mei 2025 | 16:39 WIB
Menjadi pria yang terlalu baik seringkali justru membuat wanita kehilangan ketertarikan.
Menjadi pria yang terlalu baik seringkali justru membuat wanita kehilangan ketertarikan.

RADARTUBAN - Sebuah penelitian menunjukkan bahwa patah hati dapat berpotensi menyebabkan kematian, dengan risiko yang lebih tinggi pada pria.

Ketika sebuah hubungan berakhir atau kehilangan orang yang dicintai, beban emosional yang dirasakan sangat berat hingga sering digambarkan seperti hati yang hancur.

Namun, dampaknya tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga memengaruhi kesehatan fisik.

Terdapat kondisi jantung yang dikenal sebagai sindrom patah hati atau secara medis disebut kardiomiopati takotsubo, menurut laporan dari Hindustan Times pada Senin (19/5).

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of American Heart Health meneliti kaitan tersebut dan menemukan bahwa meskipun wanita lebih sering didiagnosis dengan penyakit ini,

Namun, fakta mengejutkan adalah pria justru menghadapi risiko kematian yang lebih tinggi akibat sindrom patah hati.

Para peneliti menganalisis data rumah sakit dari 200.000 orang dewasa di Amerika Serikat yang mengalami kardiomiopati Takotsubo pada periode 2016 hingga 2020.

Walaupun jumlah pasien wanita lebih banyak, menunjukkan bahwa wanita lebih rentan terhadap kondisi ini, sindrom patah hati ternyata lebih berbahaya bagi pria.

Data menunjukkan pria dua kali lebih mungkin meninggal karena kondisi ini, dengan angka kematian sebesar 11,2 persen, sementara wanita hanya sekitar 5,6 persen.

Mereka yang meninggal biasanya mengalami komplikasi serius seperti gagal jantung kongestif dan gangguan irama jantung.

Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa tekanan emosional yang sangat besar menjadi salah satu pemicu nyata dari kondisi jantung ini.

Sindrom patah hati bisa muncul akibat kejutan emosional yang berat, seperti kehilangan orang terdekat, putus cinta, atau pengalaman emosional kuat lainnya.

Meskipun stres emosional lebih sering menjadi pemicu pada wanita, penelitian menunjukkan bahwa stres fisik—seperti penyakit, cedera, atau operasi—lebih umum dialami pria.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa tingkat kematian pada pria lebih tinggi.

Studi ini menegaskan pentingnya menjaga kesehatan emosional, tidak hanya untuk kesejahteraan mental, tapi juga sebagai upaya melindungi kesehatan jantung. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#jantung #pria #psikologis #sindrom #kematian #sindrom patah hati