Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Wedang Uwuh jadi Tren Kesehatan di Berbagai Negara, Minuman Rempah Warisan Jawa Ini Kini Diakui Harvard

Alifah Nurlias Tanti • Rabu, 28 Mei 2025 | 15:06 WIB
Ilustrasi minuman wedang uwuh
Ilustrasi minuman wedang uwuh

RADARTUBAN - Wedang uwuh, minuman tradisional dari Yogyakarta yang terbuat dari sisa rempah-rempah dari produksi jamu, kini telah muncul sebagai tren kesehatan global.

Dulunya dianggap sebagai minuman kelas bawah, wedang uwuh kini dicari karena manfaatnya sebagai peningkat kekebalan tubuh dan antioksidan alami.

Menurut berbagai sumber, istilah wedang uwuh secara harfiah berarti minuman sampah dalam bahasa Jawa.

Wedang uwuh mendapat sebutan ini karena bahan-bahannya berasal dari sisa rempah-rempah yang tidak terpakai seperti kayu secang, cengkeh, kayu manis, jahe, dan serai yang terkumpul dari produksi jamu.

Dalam budaya Jawa kuno, orang-orang memanfaatkan bahan-bahan ini dengan cara menyeduhnya menjadi minuman yang menghangatkan.

Asal usul wedang uwuh mencerminkan sifat hemat orang Jawa , yang lebih suka tidak membuang sumber daya yang masih dapat digunakan.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa wedang uwuh telah ada sejak abad ke-19 di wilayah Bantul, Yogyakarta.

Awalnya, minuman ini terutama dikonsumsi oleh para buruh dan petani saat istirahat.

Persepsi tentang wedang uwuh mulai bergeser pada tahun 2000-an. Penelitian dari Universitas Gadjah Mada mengungkap kandungan antioksidan yang tinggi pada kayu secang, komponen utama wedang uwuh.

Penemuan ini memicu minat dari para penggiat kesehatan terhadap minuman tradisional tersebut .

Kehadiran flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri dalam rempah-rempah wedang uwuh telah terbukti menunjukkan sifat anti-inflamasi dan imunomodulasi.

Beberapa kafe di Yogyakarta mengadopsi konsep herbal modern dengan menawarkan wedang uwuh dalam bentuk botol siap minum.

Pada tahun 2018, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memasukkan wedang uwuh ke dalam daftar oleh-oleh khas Indonesia yang dipromosikan secara internasional.

Di luar Indonesia, wedang uwuh sering dipasarkan sebagai teh herbal Jawa atau teh imun Indonesia.

Beberapa kedai teh premium diAmsterdam dan Tokyo sudah mulai menyajikannya sebagai minuman spesial dengan harga sekitar 50.000 rupiah per cangkir.

Pada tahun 2021, Universitas Harvard mengangkat wedang uwuh dalam sebuah penelitian tentang minuman tradisional dari seluruh dunia yang memiliki manfaat kesehatan.

Penelitian ini menyoroti aktivitas antimikroba yang diperoleh dari kombinasi rempah-rempah dalam wedang uwuh. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Minuman Tradisional #yogyakarta #wedang uwuh #tren kesehatan #jamu #jawa