RADARTUBAN - Cuka sari apel sering dipercaya sebagai obat alami untuk berbagai masalah kesehatan, termasuk diare.
Namun, benarkah cuka sari apel efektif untuk meredakan diare? Berikut penjelasan dari para ahli gizi.
Cuka sari apel mengandung probiotik dan pektin yang dihasilkan dari proses fermentasi jus apel.
Probiotik seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium dapat membantu mengembalikan keseimbangan mikrobiota usus, memperbaiki kondisi lapisan usus, serta memperkuat sistem imun saluran pencernaan.
Pektin juga berperan dalam mengentalkan tekstur tinja dan mengurangi peradangan di usus.
Selain itu, cuka sari apel memiliki sifat antibakteri yang dapat membunuh bakteri penyebab diare seperti E. coli dan Salmonella.
Penelitian dalam jurnal Scientific Reports menunjukkan cuka sari apel efektif melawan bakteri penyebab diare.
Meski demikian, cuka sari apel memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Konsumsi cuka sari apel yang tidak diencerkan atau berlebihan justru dapat mengiritasi lambung dan usus, bahkan memicu diare.
Oleh karena itu, cuka sari apel hanya boleh dikonsumsi dalam jumlah kecil dan harus diencerkan dengan air.
Banyak ahli gizi menyarankan bahwa cuka sari apel mungkin boleh dikonsumsi saat diare ringan atau dalam fase pemulihan, tetapi belum ada bukti medis yang cukup untuk merekomendasikan cuka sari apel sebagai pengobatan utama diare.
Konsultasi dengan dokter tetap dianjurkan untuk penanganan diare yang tepat. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama