Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ternyata Orang Pendek Bisa Panjang Umur dari pada Orang Tinggi, Ini Penjelasannya

Nadia Nafifin • Minggu, 1 Juni 2025 | 19:35 WIB
Penjelasan orang pendek memiliki umur lebih lama dibandingkan orang tinggi.
Penjelasan orang pendek memiliki umur lebih lama dibandingkan orang tinggi.

RADARTUBAN - Pertanyaan tentang apakah individu bertubuh pendek memiliki harapan hidup lebih panjang dibandingkan mereka yang bertubuh tinggi kembali menjadi perbincangan.

Namun, benarkah anggapan tersebut?

Menurut Dr. Berry Juliandi, dosen Departemen Biologi serta ahli Neurosains Molekuler dari IPB University, pernyataan itu tidak sepenuhnya keliru, tetapi juga tidak bisa disimpulkan secara langsung atau terlalu sederhana.

“Secara molekuler, memang ada gen pleiotropik yang berperan dalam pertumbuhan di awal kehidupan, tetapi jika terus aktif di usia tua dapat mempercepat penuaan atau bahkan memicu kanker,” kata Berry, melansir laman resmi IPB, Minggu (1/6).

Berry menjelaskan bahwa salah satu metode yang terbukti dapat memperlambat proses penuaan adalah pembatasan kalori, yakni mengurangi asupan kalori tanpa mengorbankan kecukupan gizi.

Efektivitas pendekatan ini telah dibuktikan melalui sejumlah studi pada organisme model, di mana gen seperti sirtuin diketahui berperan dalam memperpanjang usia hidup.

Dia juga menekankan bahwa membandingkan tinggi badan dengan harapan hidup tidak bisa dilakukan secara langsung karena melibatkan banyak faktor lain.

“Kita perlu memahami konsep ukuran relatif. Misalnya, bayi secara absolut mungkin tampak lebih besar jika dihitung berdasarkan proporsi kepala terhadap tubuh. Jadi, ukuran tinggi saja tidak bisa menjadi satu-satunya indikator umur panjang,” tutur dia.

Dia mengungkapkan bahwa gaya hidup dan faktor sosial memiliki peran besar dalam memengaruhi harapan hidup seseorang. 

DIa kemudian mencontohkan konsep blue zones, yaitu daerah-daerah di dunia yang dikenal memiliki penduduk dengan usia panjang, seperti Okinawa di Jepang dan Sardinia di Italia.

Berry menjelaskan penduduk di wilayah tersebut memiliki pola makan yang seimbang, aktif bergerak, dan menjalin hubungan sosial yang kuat.

Berry menekankan bahwa umur panjang tidak semata ditentukan oleh faktor genetik, melainkan juga dipengaruhi oleh lingkungan.

Ia mencontohkan peran epigenetik—yakni bagaimana lingkungan seperti pola makan dan tingkat stres dapat memengaruhi ekspresi gen—dalam membentuk ketahanan tubuh terhadap berbagai tekanan eksternal.

Salah satu contohnya adalah manfaat polifenol yang dihasilkan oleh tumbuhan saat mengalami stres alami, yang kemudian dikonsumsi manusia.

“Stres yang bersifat sementara seperti puasa atau aktivitas fisik justru bisa memicu umur yang panjang, selama tidak berlangsung terus menerus,” tuturnya.

Ia menegaskan klaim orang yang bertubuh pendek tidak dapat digeneralisasi, karena hal ini dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor biologi, gaya hidup, dan dukungan sosial.

Hasil Penelitian Studi di Jepang

Sebuah studi yang dipublikasikan pada 9 Mei 2014 menunjukkan adanya hubungan erat antara postur tubuh pendek dan usia panjang di Jepang.

Penelitian ini menemukan bahwa pria dengan tinggi badan lebih rendah cenderung membawa varian gen FOXO3, yang dikenal berperan dalam memperpanjang usia dan dikaitkan dengan ukuran tubuh yang lebih kecil.

Selain itu, individu bertubuh pendek juga cenderung memiliki kadar insulin darah yang lebih rendah serta risiko kanker yang lebih sedikit.

“Kami membagi dua menjadi kelompok - mereka yang memiliki tinggi badan 5 kaki 2 dan lebih pendek, dan 5-4 dan lebih tinggi,” kata Dr Bradley Willcox, salah satu peneliti dalam penelitian ini dan seorang Profesor di Departemen Pengobatan Geriatri di Fakultas Kedokteran John A. Burns School of Medicine di University of Hawaii (UH), melansir Science Daily .

"Orang-orang yang memiliki tinggi badan 5-2 dan lebih pendek hidup paling lama. Kisarannya terlihat mulai dari tinggi badan 5 kaki hingga 6 kaki. Semakin tinggi Anda, semakin pendek umur Anda," lanjutnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#pakar #hidup #jepang #pendek #ipb