Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

4 Mitos Kopi yang Banyak Dipercaya Masyarakat Ternyata Keliru, Begini Penjelasan Para Ahli

Muhammad Rizqi Mustofa Kamal • Rabu, 4 Juni 2025 | 13:56 WIB

4 mitos kopi yang terbantahkan
4 mitos kopi yang terbantahkan

RADARTUBAN - Bagi banyak orang, pagi hari terasa kurang lengkap tanpa secangkir kopi.

Namun, seperti hal menyenangkan lainnya, kopi juga kerap diselimuti berbagai mitos yang belum tentu benar.

Untuk itu, penting bagi para penikmat kopi maupun mereka yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan untuk mengetahui fakta di balik anggapan-anggapan keliru tersebut.

1. Kopi Dark Roast Tidak Lebih Berkafein

Banyak yang mengira bahwa kopi dengan tingkat sangrai gelap (dark roast) memiliki kadar kafein lebih tinggi dibandingkan kopi sangrai ringan (light roast), karena rasanya yang lebih kuat.

Padahal, fakta menunjukkan sebaliknya. Berdasarkan riset dari Thomas Jefferson University yang diterbitkan di jurnal Nature tahun 2017, kopi sangrai medium justru mengandung lebih banyak kafein dibandingkan sangrai gelap, jika dibandingkan dengan jumlah bubuk kopi yang sama.

Jadi, kekuatan rasa pada kopi dark roast bukan berasal dari tingginya kandungan kafein.

Baca Juga: Rahasia Rektor 93 Tahun Korea Selatan yang Tetap Awet Muda dan Bugar: Ganti Kopi dengan Teh

2. Kopi Tidak Menghambat Pertumbuhan Anak

Ada anggapan lama bahwa anak-anak sebaiknya tidak minum kopi karena dapat menghambat pertumbuhan.

Namun, menurut Dr. Roy Kim dari Cleveland Clinic, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.

Kafein memang bisa menekan nafsu makan, namun tidak berdampak langsung pada proses pertumbuhan anak.

Meski begitu, konsumsi kopi tetap harus dibatasi pada anak karena bisa memengaruhi kualitas tidur, detak jantung, serta kondisi emosional mereka.

3. Kopi Tidak Menyebabkan Dehidrasi

Kopi kerap dianggap menyebabkan dehidrasi karena kafein bersifat diuretik. Tapi kenyataannya, kopi tidak lebih menguras cairan tubuh dibandingkan air biasa.

Penelitian dari University of Birmingham yang dipublikasikan di PLOS ONE tahun 2014 menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang tidak menyebabkan perbedaan signifikan terhadap status hidrasi tubuh jika dibandingkan dengan konsumsi air putih dalam jumlah yang sama.

Hal ini karena kandungan air dalam kopi jauh lebih dominan daripada efek diuretik ringan yang ditimbulkan kafein.

Baca Juga: Manfaat Kopi Espresso untuk Tubuh Manusia Ternyata Takterduga: Bisa Mempertajam Ingatan dan Meningkatkan Energi

4. Kopi Tidak Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Banyak orang merasa detak jantung mereka meningkat setelah minum kopi, sehingga timbul anggapan bahwa kopi berkaitan dengan penyakit jantung.

Namun, data ilmiah justru menunjukkan bahwa kopi bisa memberi manfaat bagi jantung.

Sebuah studi tahun 2022 oleh European Society of Cardiology yang melibatkan lebih dari 500.000 partisipan di Inggris menemukan bahwa mengonsumsi dua hingga tiga cangkir kopi per hari.

Hal ini baik kopi instan, giling, maupun tanpa kafein, berhubungan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan angka kematian.

Tetap saja, konsumsi kopi sebaiknya dilakukan dalam batas wajar. Bila ada kekhawatiran terkait kafein, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis.

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#mitos #jantung #ilmiah #dehidrasi #kopi