Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kasus Covid Kembali Muncul di Jakarta, Perlukah Vaksin Ulang?

M Robit Bilhaq • Jumat, 6 Juni 2025 | 17:52 WIB
Vaksin kembali merebak, apakah perlu vaksin lagi.
Vaksin kembali merebak, apakah perlu vaksin lagi.

RADARTUBAN - Pakar epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, menegaskan betapa pentingnya peran vaksin dalam menekan gejala berat dan risiko kematian akibat virus Covid-19.

Hal ini disampaikannya menanggapi masih munculnya kasus Covid-19 di sejumlah wilayah yang ada di Jakarta.

Dicky menyatakan bahwa vaksin tetap efektif menjadi pelindung terhadap munculnya varian apapun dari virus corona yang saat ini beredar, karena terbukti tidak menyebabkan kondisi parah atau fatal.

Griffith mengatakan bahwa tanpa vaksinasi, masyarakat bisa mengalami kekebalan kelompok dengan cara yang menyakitkan dan merugikan, yang disebut sebagai “herd immunity yang kejam”.

Dalam skenario itu, kekebalan terbentuk bukan karena perlindungan, melainkan dikarenakan banyak orang harus jatuh sakit terlebih dahulu.

Menurut Dicky, vaksinasi akan memberikan jalan yang lebih aman untuk mencapai kekebalan kelompok, karena tidak perlu mengorbankan banyak nyawa.

Meskipun vaksinasi massal tidak menjadi prioritas lagi saat ini, Dicky mengatakan bahwa perlindungan dari vaksin sebelumnya dan kekebalan alami akibat infeksi tetap memiliki efek proteksi terhadap virus.

Dicky juga mengingatkan bahwa masyarakat harus tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker saat diperlukan, menjaga sirkulasi udara yang baik, dan menerapkan 5M untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

Sementara itu, meskipun angka kasus Covid-19 di Indonesia menunjukkan tren turun, beberapa wilayah masih mencatatkan kasus baru.

Di Jakarta Timur, dua kasus Covid-19 dilaporkan sepanjang Mei 2025 dan semuanya dinyatakan telah sembuh. Positivity rate di wilayah ini tercatat sebesar 1,7 persen.

Di wilayah Jakarta Selatan, sejak Januari hingga Mei 2025, terdata hanya sebanyak 15 kasus. Sebagian besar, yaitu 14 kasus, terjadi pada Januari dan satu kasus muncul pada bulan Mei.

Angka ini menurun drastis dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 743 kasus.

Pihak Dinas Kesehatan di dua wilayah tersebut mengimbau warga tetap waspada, terlebih karena sejumlah negara tetangga mengalami kenaikan kasus Covid-19.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI telah melaporkan adanya tujuh kasus baru secara nasional pada minggu ke-22 tahun 2025, yaitu antara tanggal 25 hingga 31 Mei. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#sakit #australia #rentan #covid #infeksi #vaksin