Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kolesterol Naik Jangan Panik, Berikut Gaya Hidup Yang Dapat Dilakukan Agar Kadar Kolesterol Tetap Terjaga

M Robit Bilhaq • Selasa, 10 Juni 2025 | 21:05 WIB
ilustrasi menunjukkan kadar kolesterol tinggi
ilustrasi menunjukkan kadar kolesterol tinggi

RADARTUBAN - Kadar kolesterol dalam tubuh saat mengalami peningkatan adalah kondisi yang tidak boleh dianggap sepele.

Hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan tingginya kadar kolesterol.

Khususnya jenis LDL yang dikenal sebagai kolesterol jahat, menjadi sebuah pertanda bahwa penderita perlu untuk merubah pola hidupnya.

Serta dalam beberapa kasus mungkin memerlukan pengobatan medis yang sesuai.

Berdasarkan informasi dari Rumah Sakit Pondok Indah dan Healthline, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan jika seseorang diketahui mengalami peningkatan kadar kolesterol.

1. Mengatur Pola Makan

Langkah pertama yang paling disarankan yaitu mengubah pola konsumsi makanan sehari-hari.

Sebaiknya Makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi seperti gorengan, daging merah dengan lemak, makanan cepat saji, serta produk olahan susu dengan kadar lemak tinggi, dihindari terlebih dahulu.

Sebaliknya, memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat seperti aneka sayuran, buah-buahan segar, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh justru malah dianjurkan.

Selain itu, sumber protein yang lebih sehat seperti ikan dapat menjadi pilihan utama.

2. Melakukan Aktivitas Fisik Secara Teratur

Olahraga adalah termasuk bagian penting dalam upaya menurunkan kolesterol.

Latihan ringan hingga sedang seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang selama kurang lebih 30 menit.

Dalam rentang waktu empat hingga enam kali dalam seminggu, terbukti dapat membantu meningkatkan HDL dan menurunkan kadar LDL serta trigliserida.

Selain bermanfaat untuk kadar kolesterol, aktivitas fisik juga bermanfaat dalam menjaga berat badan ideal, yang berperan penting dalam pengendalian kolesterol.

3. Konsultasi dengan Tenaga Medis

Setelah mengetahui adanya kolesterol tinggi dalam tubuh seseorang, hendaknya segera berkonsultasi dengan dokter, terutama pada dokter spesialis penyakit dalam atau jantung.

Dokter akan menilai kondisi secara keseluruhan dengan mempertimbangkan faktor risiko tambahan seperti hipertensi, diabetes, kebiasaan merokok, serta riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Dari hasil evaluasi, dokter akan menentukan apakah cukup dengan perbaikan pola hidup atau perlu diberikan obat penurun kolesterol.

Jenis terapi yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi spesifik pasien, apakah lebih difokuskan untuk menurunkan LDL, menurunkan trigliserida, atau meningkatkan HDL.

Baca Juga: Setelah Makan Rajungan Dianjurkan Minum Legen karena Turunkan Kolestrol, dan Berikut Belasan Manfaat Lainnya

4. Melakukan Pemeriksaan Secara Rutin

Kadar Kolesterol yang tinggi umumnya tidak menunjukkan gejala secara langsung, pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala sangat dianjurkan untuk deteksi dini.

Gejala yang dirasakan, seperti sakit kepala, nyeri dada, atau kaku di bagian tengkuk, biasanya muncul ketika komplikasi sudah terjadi.

Pemeriksaan secara berkala juga sangat disarankan untuk orang-orang yang sudah berusia di atas 40 tahun atau memiliki faktor risiko seperti obesitas, merokok, tekanan darah tinggi, dan riwayat keluarga dengan gangguan kolesterol.

Bagi yang sudah memiliki gangguan metabolisme kolesterol, pemeriksaan bisa dilakukan lebih sering, misalnya setiap dua hingga tiga bulan, guna mengevaluasi efektivitas terapi dan perubahan gaya hidup. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#gaya hidup #pola makan #Kolestrol #olahraga #ldl