Jangan Abaikan! Kentang Bertunas Bisa Memicu Gangguan Pencernaan
Nadia Nafifin• Senin, 16 Juni 2025 | 00:22 WIB
Kentang yang disimpan terlalu lama bisa menghasilkan racun alami.
RADARTUBAN - Kentang merupakan salah satu bahan makanan yang banyak dikonsumsi karena kaya nutrisi dan mudah diolah.
Namun, jika disimpan terlalu lama, kentang bisa mulai bertunas, dan dalam kondisi ini, risikonya bagi kesehatan tidak boleh diabaikan.
Jika memiliki stok kentang di rumah, penting untuk memeriksa kondisinya terlebih dahulu.
Kentang yang telah bertunas atau memiliki bintik hijau di kulit berpotensi mengandung zat beracun yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika dikonsumsi tanpa penanganan yang tepat.
Bahaya Mengonsumsi Kentang yang Sudah Bertunas
Kemunculan tunas pada kentang sering terjadi akibat penyimpanan yang terlalu lama atau suhu yang tidak ideal.
Menurut Andrew Stolbach, M.D., M.P.H., ahli toksikologi dari Johns Hopkins Hospital, kentang yang bertunas mengandung kadar tinggi senyawa glikoalkaloid, seperti solanin dan chaconine, yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Gejala yang bisa muncul setelah mengonsumsi kentang bertunas antara lain:
Kram perut
Mual dan muntah
Diare
Dalam kasus ekstrem, gangguan saraf
Meskipun kejadian fatal tergolong langka, beberapa laporan menyebutkan bahwa keracunan akibat kentang dengan kadar racun tinggi bisa berujung serius.
Perubahan Warna Hijau: Tanda Bahaya Lainnya
Selain tunas, warna kulit kentang yang berubah menjadi hijau juga perlu diwaspadai. Warna hijau ini berasal dari klorofil yang terbentuk ketika kentang terlalu lama terpapar cahaya.
Kehadiran klorofil sering kali menjadi indikator meningkatnya kadar glikoalkaloid, yang membuat kentang lebih beracun.
Jika kentang sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut, lebih baik tidak mengambil risiko dan membuangnya.
Cara Mengolah Kentang Bertunas dengan Aman
Jika kentang bertunas belum terlalu parah, masih ada cara untuk mengonsumsinya dengan aman:
Buang bagian yang bertunas sepenuhnya
Potong dan buang kulit berwarna hijau
Gunakan pisau tajam untuk mengupasnya hingga bersih
Namun, metode ini hanya membantu mengurangi kadar racun—tidak sepenuhnya menghilangkannya.
Oleh karena itu, lebih baik berhati-hati dalam memilih kentang untuk dikonsumsi.
Artinya, kentang yang bertunas atau berubah warna hijau tidak bisa dianggap aman untuk dikonsumsi tanpa pemeriksaan.
Sebisa mungkin, pastikan kentang disimpan di tempat yang sejuk, gelap, dan kering untuk mencegah pertumbuhan tunas serta peningkatan kadar racun.
Jika sudah bertunas atau berubah warna, lebih baik membuangnya daripada mengambil risiko kesehatan. (*)