RADARTUBAN- Terlalu sering begadang atau kurang tidur tidak hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga dapat memicu bahaya serius bagi kesehatan otak, yaitu pecahnya pembuluh darah otak atau stroke hemoragik.
Hal ini diungkap oleh beberapa pakar kesehatan dalam sebuah diskusi daring yang digelar pada Senin (16/6).
Stroke hemoragik terjadi ketika tekanan darah tinggi akibat kurang tidur merusak dinding pembuluh darah di otak sehingga menyebabkan pendarahan yang dapat mengancam jiwa.
Menurut dr. Yuniar Wibowo, seorang spesialis neurologi dari RSUP Persahabatan, pola hidup yang buruk seperti tidur tidak cukup secara signifikan meningkatkan risiko hipertensi, yang menjadi salah satu faktor utama penyebab stroke hemoragik.
"Kurang tidur sebenarnya memicu lonjakan tekanan darah yang berulang-ulang, sehingga pembuluh darah menjadi rapuh dan mudah pecah," jelas dr. Yuniar.
Baca Juga: 10 Bahaya Begadang bagi Kesehatan yang Perlu Diwaspadai
Data dari Kementerian Kesehatan Indonesia memperlihatkan tren peningkatan kasus stroke pada usia produktif dalam beberapa tahun terakhir.
Gaya hidup modern yang cenderung sibuk, diikuti dengan pola tidur yang tidak teratur dan jam tidur yang kurang dari enam jam per malam, menjadi faktor yang membuat risiko stroke semakin tinggi, terutama pada kalangan muda dan pekerja malam.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengingatkan bahwa tidur kurang dari enam jam setiap malam bisa berdampak buruk pada sistem saraf pusat dan kesehatan jantung.
Menyadari pentingnya isu ini, pemerintah melalui Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah meluncurkan kampanye “Tidur Sehat, Otak Selamat” guna mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga pola tidur yang sehat.
Baca Juga: Inilah 5 Tips Atasi Kurang Tidur Selama Menjalankan Puasa Ramadhan
Kampanye ini menyoroti kelompok yang paling rentan, seperti remaja yang gemar begadang dan pekerja malam yang kerap mengabaikan kebutuhan istirahat.
"Kami berharap dengan adanya kampanye ini, masyarakat dapat lebih menyadari risiko kesehatan akibat kurang tidur dan mulai mengubah kebiasaan demi kesehatan otak dan tubuh secara keseluruhan," ujar perwakilan Dinas Kesehatan.
Selain itu, para ahli menyarankan beberapa tips praktis untuk meningkatkan kualitas tidur, antara lain menjaga jadwal tidur yang konsisten, menghindari kafein dan gadget sebelum tidur, serta menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan tenang.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat menurunkan risiko terjadinya hipertensi dan stroke serta meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.
Singkatnya, tidur yang cukup dan berkualitas sangat krusial bagi kesehatan jangka panjang.
Dengan menghindari kebiasaan begadang yang berlebihan, kita tidak hanya menjaga stamina harian tetapi juga melindungi otak dari kerusakan yang berpotensi fatal. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni