Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Muntah Darah Pada Anak Jadi Tanda Bahaya, Lakukan Hal Ini dan Segera Berobat ke Dokter

Alifah Nurlias Tanti • Kamis, 19 Juni 2025 | 01:33 WIB
Jangan abaikan muntah darah, jika terjadi berulang atau dalam jumlah besar, segera konsultasikan dengan dokter.
Jangan abaikan muntah darah, jika terjadi berulang atau dalam jumlah besar, segera konsultasikan dengan dokter.

RADARTUBAN - Muntah darah, atau hematemesis, adalah kondisi ketika seseorang mengeluarkan darah saat muntah.

Biasanya, sumber perdarahan berasal dari saluran pencernaan bagian atas, seperti kerongkongan, lambung, atau usus dua belas jari.

Warna darah yang keluar bisa berbeda-beda, tergantung pada lamanya darah bercampur dengan asam lambung:

Muntah Darah vs Batuk Berdarah

Perlu diingat bahwa muntah darah berbeda dengan batuk berdarah. Jika darah berasal dari perut, itu disebut hematemesis.

Namun, jika darah keluar saat batuk, kemungkinan besar berasal dari paru-paru atau saluran pernapasan.

Penyebab Muntah Darah pada Anak

Muntah darah pada anak bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  1. Kelainan bawaan yang memengaruhi sistem pencernaan.

  2. Gangguan pembekuan darah, yang membuat tubuh sulit menghentikan perdarahan.

  3. Menelan darah dari mimisan dalam jumlah banyak, sehingga darah masuk ke lambung dan dimuntahkan.

Faktor Risiko Muntah Darah

Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami muntah darah antara lain:

Gejala yang Menyertai Muntah Darah

Selain muntah darah, beberapa gejala lain yang mungkin muncul meliputi:

  1. Mual dan rasa tidak nyaman di perut.

  2. Nyeri perut yang bisa bervariasi tingkat keparahannya.

  3. Tinja berwarna hitam (melena), yang menandakan perdarahan di saluran pencernaan.

  4. Jika darah yang dimuntahkan lebih dari 500 cc (± 2 cangkir), kondisi ini bisa menyebabkan anemia atau bahkan syok.

Cara Mencegah Muntah Darah

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko muntah darah:

  1. Hindari makanan dan minuman pemicu asam lambung, seperti makanan pedas, berlemak tinggi, atau alkohol.

  2. Atur pola makan secara konsisten, terutama jika memiliki masalah pencernaan seperti maag, GERD, atau tukak lambung.

  3. Periksakan diri ke dokter secara berkala, terutama jika mengonsumsi obat pengencer darah atau NSAIDs dalam waktu lama.

  4. Kelola stres dengan teknik relaksasi, karena stres berlebihan dapat memperburuk kondisi pencernaan.

Muntah darah adalah kondisi yang perlu mendapat perhatian medis segera, terutama jika terjadi dalam jumlah besar atau berulang.

Jika mengalami gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#usus #Muntah Darah #risiko #batuk #lambung #anak