RADARTUBAN- Tanaman herbal meniran (Phyllanthus niruri) telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional karena kemampuannya membantu meredakan gejala asam urat.
Tak hanya daunnya, batang meniran juga mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan alkaloid.
Kandungan ini memiliki sifat anti inflamasi, antioksidan, sekaligus peluruh urine (diuretik).
Kombinasi senyawa tersebut berperan menurunkan kadar asam urat dalam darah dan membantu meredakan nyeri sendi.
Baca Juga: Cara Atasi Asam Urat Saat Kambuh ALa Aktor Korea, Ju Ji Hoon
Bahan yang Dibutuhkan:
- Siapkan 30–60 gram meniran segar (termasuk daun dan batang).
- Bersihkan tanaman di bawah air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan residu.
Proses Perebusan:
- Rebus meniran dalam tiga gelas air.
- Biarkan mendidih dan lanjutkan hingga air menyusut menjadi satu gelas.
Penyajian:
- Saring air rebusan untuk memisahkan ampasnya.
- Konsumsi saat masih hangat, dua hingga tiga kali sehari di pagi dan sore untuk hasil maksimal.
Manfaat Konsumsi Rutin Rebusan Meniran
- Membantu mengontrol kadar asam urat dan meredakan radang sendi.
- Mendorong pengeluaran kristal asam urat serta racun tubuh melalui efek diuretiknya.
- Dapat digunakan bersama herbal lain seperti daun kumis kucing untuk manfaat yang lebih optimal.
Hindari konsumsi berlebihan karena meniran berpotensi menimbulkan efek samping, seperti gangguan fungsi seksual jika dikonsumsi dalam jangka panjang tanpa pengawasan.
Dengan pemakaian teratur dan cara pengolahan yang tepat, meniran bisa menjadi pilihan herbal yang efektif dan alami untuk membantu mengatasi keluhan asam urat secara menyeluruh. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni