RADARTUBAN - Langsung berbaring setelah makan ternyata bukan kebiasaan sepele.
Kebiasaan ini bisa menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan tubuh, khususnya sistem pencernaan.
Masyarakat umum sering Mengalami gangguan pencernaan Akibat langsung berbaring setelah makan.
Hal ini Terjadi dalam kebiasaan sehari-hari, terutama setelah makan siang atau malam.
1. Gangguan Pencernaan
- Baring setelah makan memperlambat proses pencernaan karena gravitasi tidak membantu gerakan makanan dalam lambung.
Hal ini bisa memicu rasa kembung, mual, bahkan refluks asam lambung.
Baca Juga: Tinggalkan Gaya Hidup Rebahan Agar Tidak Memupuk Penyakit di Masa Depan dengan Cara Ini
2. Risiko GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
- Posisi tubuh yang datar setelah makan memungkinkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan.
Hal ini menyebabkan sensasi terbakar di dada dan kerongkongan, serta meningkatkan risiko GERD jika dilakukan terus-menerus.
3. Kualitas Tidur Menurun
- Banyak orang mengira berbaring usai makan malam bisa membuat tidur lebih nyenyak.
Namun faktanya, tubuh yang masih mencerna makanan saat tidur bisa mengganggu kualitas istirahat dan menyebabkan rasa tidak nyaman sepanjang malam.
4. Berat Badan Naik
- Saat tubuh tidak aktif setelah makan, kalori dari makanan tidak terbakar secara optimal.
Akumulasi kalori ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan jika kebiasaan tersebut menjadi rutinitas.
Saran Medis Para ahli gizi menyarankan agar memberi jeda waktu minimal 2 jam antara makan dan tidur.
Selain itu, berjalan ringan selama 10–15 menit usai makan bisa membantu meningkatkan metabolisme dan mendorong pencernaan lebih lancar.
Dengan memahami dampak-dampak ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengatur pola makan dan kebiasaan setelahnya demi menjaga kesehatan jangka panjang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni