Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Inilah Alasan Madu Murni Bisa Bertahan Selama Bertahun-Tahun

Muhammad Rizqi Mustofa Kamal • Jumat, 4 Juli 2025 | 05:10 WIB
Madu tahan lama karena aktivitas air rendah dan proses fermentasi alami oleh lebah.
Madu tahan lama karena aktivitas air rendah dan proses fermentasi alami oleh lebah.

RADARTUBAN - Madu, sebagai pemanis alami yang telah digunakan selama ribuan tahun, memiliki kemampuan unik untuk bertahan lama tanpa membusuk.

Ini menjadikannya berbeda dari banyak makanan lain yang cepat basi.

Sebagian besar makanan dalam toples memiliki masa simpan yang terbatas. Hanya dengan sedikit saja, jamur atau bakteri dapat berkembang.

Namun, ada makanan tertentu, termasuk madu murnir, yang bisa dimakan selama bertahun-tahun.

Walaupun madu bisa mengkristal dan menjadi lebih kental, dia tidak akan basi dalam kondisi tertutup. Ketahanan ini terkait dengan komposisi kimia dan proses pembuatannya.

Proses pembuatan madu dimulai saat lebah mengumpulkan nektar dari bunga.

Dalam perjalanan kembali ke sarang, lebah mengurangi kadar air nektar dan menambahkan enzim yang meningkatkan keasaman, sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme.

Nektar yang telah diproses kemudian disimpan di sarang dan diangin-anginkan dengan sayap mereka, menguapkan lebih banyak air hingga kadar airnya hanya sekitar 15-18 persen.

Kadar air yang rendah dan keasaman tinggi menciptakan lingkungan yang tidak mendukung mikroorganisme.

Madu juga memiliki aktivitas air rendah, di mana molekul air terikat erat dengan gula, membuatnya tidak dapat digunakan oleh mikroorganisme untuk metabolisme.

Meski madu sangat tahan lama, kesegarannya bisa terpengaruh setelah toples dibuka dan terpapar udara, terutama jika sendok yang digunakan tidak bersih.

Namun, jika disimpan dalam wadah tertutup rapat, madu tetap dapat bertahan dalam waktu lama.

Menariknya, jika air ditambahkan ke madu dan mikroorganisme diperkenalkan, bisa terjadi fermentasi yang menghasilkan minuman beralkohol bernama mead.

Ini menunjukkan bahwa meskipun madu tahan terhadap pembusukan, ia dapat diproses menjadi produk lain.

Madu yang matang biasanya memiliki kadar air antara 15-18 persen.

Proporsi gula yang tinggi membuatnya sulit untuk melarutkan gula dalam jumlah besar tanpa proses yang dilakukan oleh lebah.

Dengan sedikitnya air dan keasaman yang tinggi, mikroorganisme tidak dapat bertahan hidup.

Segel toples madu juga membatasi ketersediaan oksigen, menambah penghalang bagi pertumbuhan mikroorganisme.

Konsep ini dikenal sebagai "aktivitas air rendah" dalam ilmu makanan.

Menurunkan aktivitas air adalah metode umum untuk mengawetkan makanan, di mana molekul air terikat dengan garam atau gula untuk mencegah pembusukan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#enzim #mikroorganisme #nektar #produk #madu murni #basi