Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

White Torture: Siksaan Psikologis Sunyi yang Menghancurkan Mental Tanpa Sentuhan Fisik

Asmaul Yuli Wijayanti • Sabtu, 5 Juli 2025 | 17:09 WIB

White torture menargetkan pancaindra lewat isolasi dan warna putih
White torture menargetkan pancaindra lewat isolasi dan warna putih

RADARTUBAN- Banyak orang mengetahui bahwa bentuk-bentuk sisaan biasanya berupa tindakan kekerasan seksual dan pelecehan, atau siksaan lainnya dengan tujuan untuk membuat seseorang merasa sakit.

Akan tetapi belum banyak orang tahu pula bahwa ada bentuk tindakan siksaan yang berbeda, sebab tindakan siksaan ini menggunakan metode psikologis.

Tindakan siksaan ini bernama White Torture, yakni suatu bentuk siksaan menggunakan metode psikologis yang dilakukan tanpa bersentuhan dengan korban.

Dimana korban akan dikurung di dalam ruangan serba putih dan pakaian putih.

Penyiksaan serba putih atau white torture populer pada tahun 2004 di Iran, pada saat itu seorang tahanan dikurung di dalam ruangan bernuansa putih dan kedap suara, yang dapat di dengar hanya detak jantungnya mereka sendiri.

Tidak hanya ruangan dengan warna putih, tahanan juga akan mengenakan pakaian berwarna putih serta makanan dengan warna putih.

Bentuk bayangan juga tidak akan di perlihatkan di dalam ruangan tersebut, tahanan tidak akan dapat melihat bayangan mereka sendiri.

Tidak ada juga celah untuk melihat akses luar, tidak berinteraksi dengan manusia dan tanpa sinar matahari.

Siksaan white torture bertujuan untuk menganggu fungsi panca indera para tahanan.

Sehingga akan berdampak pada semangat hidup mereka, paling parah adalah rusaknya mental dan hancurnya identitas diri.

Sehingga akan menimbulkan dampak psikologis trauma emosional jangka panjang.

Warna putih digunakan dalam siksaan ini, sebab warna putih dianggap 'tidak berwarna ' di dalam dunia psikologi, warna putih biasanya mewakili keadaan emosi seseorang.  (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pelecehan #White Torture #siksaan #Serba putih #psikologis #kekerasan seksual #isolasi #warna putih