RADARTUBAN – Kolesterol tinggi kerap disebut sebagai silent killer karena datang tanpa gejala, tapi diam-diam bisa memicu serangan jantung dan stroke.
Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan, hampir 40% masyarakat Indonesia mengalami kadar kolesterol di atas normal.
Pertanyaannya, bagaimana cara menurunkan kolesterol yang efektif dan disetujui secara medis?
Tenang, menurut para ahli kesehatan dan dokter spesialis penyakit dalam, ada beberapa langkah sederhana namun powerful yang bisa dilakukan.
Baca Juga: Dada Mendadak Nyeri? Bisa Jadi Kolestrol Tinggi, Ini Ciri-Ciri yang Harus Kamu Hindari
Bahkan, tips nomor 4 sering kali dianggap sepele, padahal efeknya luar biasa!
1. Perbanyak Konsumsi Serat Larut
Menurut dr. Rina Kurniasari, SpPD dari RSUD Jakarta, serat larut seperti yang terdapat pada oatmeal, apel, kacang-kacangan.
Selain itu juga ada alpukat yang bisa menurunkan kolesterol LDL (kolesterol jahat) secara signifikan.
“Serat larut membantu membuang kolesterol lewat sistem pencernaan. Efeknya bisa terasa dalam 3 minggu jika dikonsumsi rutin,” ujarnya.
2. Kurangi Lemak Trans dan Lemak Jenuh
Makanan cepat saji, gorengan, dan kue-kue kering biasanya tinggi lemak trans yang bisa menaikkan kolesterol.
Sebaiknya ganti dengan minyak zaitun atau minyak kanola.
3. Rajin Olahraga, Minimal 30 Menit Sehari
Berjalan cepat, bersepeda, atau berenang terbukti mampu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan LDL.
Menurut American Heart Association, olahraga teratur dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 40%.
4. Berhenti Merokok—Efeknya Bukan Cuma di Paru-Paru!
Banyak yang tak sadar, merokok juga memperburuk kadar kolesterol. Nikotin membuat pembuluh darah rusak dan mempercepat penumpukan plak di arteri.
5. Minum Air Perasan Jeruk Nipis atau Teh Hijau
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa antioksidan dalam jeruk nipis dan teh hijau mampu membantu menurunkan kolesterol secara alami. Tapi ingat, tetap konsultasi ke dokter, ya!
6. Kendalikan Stres, Karena Stres Bisa Bikin Kolesterol Melejit!
Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol yang berpotensi meningkatkan kolesterol jahat.
Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi, journaling, atau sekadar mendengarkan musik.
7. Cek Rutin ke Dokter dan Ikuti Terapi Jika Diperlukan
Jika kadar kolesterol tetap tinggi meskipun sudah menjalani gaya hidup sehat, dokter biasanya akan meresepkan statin atau terapi medis lainnya.
Jangan tunggu hingga kolesterol memicu serangan jantung!
Menurunkan kolesterol tidak harus dengan cara ekstrem atau mahal. Asalkan dilakukan secara konsisten dan berdasarkan rekomendasi medis, perubahan kecil bisa berdampak besar untuk kesehatan jantungmu.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni