RADARTUBAN - Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Sayangnya, banyak orang yang baru menyadari keberadaan penyakit ini saat kondisinya sudah parah.
Padahal, gejala ringan yang kerap diabaikan bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan pada jantung.
Pakar kesehatan menegaskan, mengenali gejala sejak dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.
Berikut ini empat gejala awal penyakit jantung yang sering tidak dianggap serius:
1. Dada Terasa Tak Nyaman, Tapi Bukan Nyeri Tajam
Banyak pasien tidak menyadari bahwa tekanan ringan, sensasi terbakar, atau rasa penuh di dada bisa jadi pertanda jantung sedang bermasalah.
Gejala ini sering muncul saat seseorang melakukan aktivitas fisik, mengalami stres, atau berada di tempat dingin.
“Orang mengira nyeri jantung itu harus seperti ditusuk-tusuk. Padahal bisa juga hanya seperti ditekan ringan, dan berlangsung beberapa menit,” ujar dr. Siti Nurhaliza, SpJP (Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah).
2. Gangguan Pencernaan yang Tidak Biasa
Merasa mual, mulas, atau begah tanpa sebab jelas bisa jadi itu bukan masalah lambung, melainkan sinyal dari jantung.
Banyak pasien, terutama wanita, yang datang ke dokter dengan keluhan seperti masuk angin atau kembung.
Padahal ternyata itu adalah bagian dari sindrom koroner akut.
3. Sesak Napas saat Aktivitas Ringan
Jika Anda merasa napas mudah terengah-engah meskipun hanya naik tangga atau berjalan sebentar, jangan buru-buru menyalahkan kebugaran tubuh.
Gangguan pernapasan bisa terjadi karena jantung tidak mampu memompa darah secara efektif, sehingga paru-paru tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup.
4. Kaki dan Pergelangan Membengkak
Pembengkakan di bagian kaki, pergelangan, atau bahkan perut bisa menjadi tanda tubuh menahan cairan akibat fungsi jantung yang menurun.
Sirkulasi yang terganggu membuat cairan menumpuk di jaringan tubuh bagian bawah.
Deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa. Dokter menyarankan siapa pun yang mengalami satu atau lebih gejala di atas secara berulang untuk segera memeriksakan diri.
Pemeriksaan seperti EKG, ekokardiografi, dan tes darah sangat membantu dalam mendeteksi dini penyakit jantung.
“Banyak pasien baru ke dokter setelah serangan jantung terjadi. Padahal bila sejak awal diperiksa, kondisinya bisa dikendalikan,” tambah dr. Siti.
Selain waspada terhadap gejala, masyarakat juga diimbau menerapkan gaya hidup sehat untuk menjaga jantung tetap prima.
Pola makan rendah lemak, rutin berolahraga, serta menghindari stres dan rokok adalah langkah sederhana yang terbukti efektif. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni