RADARTUBAN – Musik memang dapat memberikan hiburan bahkan ketenangan.
Tak sedikit orang yang menjadikan alunan lagu sebagai teman tidur, bahkan membiarkan earphone menempel hingga pagi menjelang.
Namun di balik kenyamanan itu, terdapat bahaya yang dapat mengganggu kesehatan, terutama bila kebiasaan ini dilakukan terus-menerus setiap malam.
Bukan hal baru, banyak ahli sudah mengingatkan bahwa tidur dengan menggunakan earphone dapat menyebabkan gangguan pada telinga dan saraf pendengaran.
Bahkan, hal ini dapat menimbulkan risiko kerusakan permanen dalam jangka panjang.
Laporan ini berasal dari Halodoc yang mengulas risiko-risiko yang sering kali diabaikan oleh pengguna.
Penumpukan kotoran telinga menjadi salah satu dampak yang kerap kali terjadi.
Hal ini terjadi ketika earphone menutup lubang telinga dalam waktu yang cukup lama, sirkulasi udara di dalam telinga terganggu.
Akibatnya, produksi kotoran telinga meningkat dan tidak dapat keluar secara alami.
Kondisi ini bisa memicu infeksi ringan hingga parah, bahkan menyebabkan gangguan pendengaran sementara.
Bukan hanya itu, gesekan antara earphone dengan bagian dalam telinga selama tidur juga bisa menyebabkan luka kecil.
Terlebih lagi jika pengguna terbiasa tidur miring, tekanan dari tubuh ke sisi telinga bisa memperburuk iritasi.
Luka yang tidak terlihat ini rentan menjadi pintu masuk bakteri yang berujung infeksi saluran telinga.
Bahaya lain yang lebih serius adalah terjadinya kerusakan pada saraf pendengaran akibat paparan suara yang konstan dalam volume tinggi.
Dokter sendiri menyarankan prinsip 60/60: mendengarkan dalam volume maksimal 60 persen dan tidak lebih dari 60 menit per hari.
Namun kenyataan yang terjadi, banyak orang justru tertidur dengan volume yang cukup keras dan tanpa memasang batasan waktu.
Kebiasaan ini yang dapat menyebabkan hilangnya sensitivitas pendengaran secara perlahan.
Bukan hanya berdampak pada telinga itu sendiri, penggunaan earphone saat tidur juga bisa mengganggu kualitas tidur itu sendiri.
Beberapa studi menyebut bahwa otak manusia tetap merespons suara meskipun dalam keadaan tidur.
Hal ini yang menyebabkan tubuh tidak benar-benar mendapatkan istirahat total, sehingga saat bangun, pengguna justru merasa lebih lelah dan tidak segar.
Dalam wawancara yang dimuat JawaPos, dokter spesialis THT menyebut bahwa tidur dengan mendengarkan musik lewat earphone sebenarnya bukanlah cara relaksasi yang ideal.
Risiko infeksi, trauma fisik, hingga penurunan pendengaran dapat terjadi bila kebiasaan ini dilakukan dalam jangka panjang.
Sebagai alternatif, penggunaan speaker dengan volume rendah dan diletakkan di luar tempat tidur dianggap menjadi opsi yang lebih aman.
Mengutamakan kenyamanan memang penting, namun menjaga kesehatan jauh lebih penting.
Jika kebiasaan tidur menggunakan earphone terasa sulit untuk dihentikan, mungkin sekarang saatnya untuk mulai mempertimbangkan: apakah ketenangan dan kenyamanan sesaat akan sepadan dengan risiko jangka panjang yang mengintai? (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni