RADARTUBAN - Berdiri secara tiba-tiba setelah jongkok dapat memicu penurunan tekanan darah secara drastis, kondisi yang dikenal sebagai hipotensi ortostatik.
Fenomena ini semakin sering dialami oleh masyarakat, terutama saat beraktivitas sehari-hari tanpa sadar akan risikonya.
Efeknya bukan hanya sekadar pusing, tetapi juga dapat berujung pada kehilangan kesadaran.
Apa Penyebabnya?
Saat tubuh berubah posisi dengan cepat dari jongkok ke berdiri, terjadi gangguan pada sirkulasi darah.
Penurunan tekanan darah dan kurangnya aliran darah ke otak menjadi faktor utama yang menyebabkan gejala tersebut.
Sistem kardiovaskular tidak memiliki cukup waktu untuk menyesuaikan tekanan yang dibutuhkan agar aliran darah tetap stabil ke seluruh tubuh—terutama ke otak.
Siapa yang Rentan mengalami ?
- Lansia dan individu dengan riwayat tekanan darah rendah
- Orang yang kurang minum air atau mengalami dehidrasi
- Mereka yang mengonsumsi obat-obatan tertentu, termasuk antihipertensi
- Individu yang jarang melakukan peregangan atau aktivitas fisik
- Individu yang lama tidak melakukan olahraga
Tips Mencegah Hipotensi Ortostatik
Agar terhindar dari pusing atau kehilangan kesadaran akibat perubahan posisi yang mendadak, berikut beberapa langkah pencegahan:
1. Berdiri secara perlahan dari posisi jongkok, beri jeda sebelum melangkah
2. Tarik napas dalam-dalam untuk membantu oksigen mengalir lebih baik
3. Lakukan peregangan ringan sebelum bangkit agar tubuh siap beraktivitas
4. minum air yang cukup agar volume darah tetap stabil
5. erhenti sejenak setelah berdiri untuk membiarkan tekanan darah menyesuaikan
Tenaga medis menyarankan agar masyarakat lebih menyadari perubahan posisi tubuh yang cepat dan mulai menerapkan kebiasaan berdiri perlahan untuk mencegah terjadinya gejala serius.
Langkah kecil seperti peregangan dan hidrasi cukup bisa membuat perbedaan besar bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama