RADARTUBAN - Pernahkah Anda tiba-tiba merasakan nyeri tulang atau otot yang mengganggu aktivitas?
Atau mungkin Anda bingung, haruskah ke tukang urut tradisional atau langsung ke dokter? Jangan salah langkah!
Episode "Ngopi Bareng Tirta di Kafe FK" kali ini membongkar semua rahasia dari ahlinya langsung: Dokter Asa Ibrahim, seorang spesialis ortopedi dan traumatologi dari RS Akademik UGM. Siap-siap melongo.
Perjalanan Karier dan Keseimbangan Hidup Ala Dokter Asa
Dr. Asa Ibrahim, yang juga aktif di media sosial, berbagi kisah perjalanan kariernya dari mahasiswa hingga menjadi dokter spesialis ortopedi.
Lulus dari FK UGM dan menjalani praktik di berbagai tempat, kini dia berlabuh di RS Akademik UGM.
Yang menarik, Dr. Asa sangat menekankan pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Dia belajar dari kerasnya masa pendidikan spesialis, dan kini memilih untuk punya waktu lebih banyak bersama keluarga serta berolahraga.
Kata Dokter Asa, kesehatan mental dan fisik itu sama pentingnya dengan kesuksesan karier!
Hati-Hati! Ini Bahayanya Pijat Tradisional untuk Cedera
Bagian ini wajib dibaca oleh semua warganet!
Dokter Asa membahas tuntas mengapa diagnosis dokter ortopedi sangat krusial, terutama untuk cedera.
Banyak dari kita langsung lari ke tukang urut tradisional saat keseleo atau cedera. Tapi, tahukah Anda bahayanya?
Diagnosis Itu Nomor Satu
Cedera bisa bermacam-macam, dari keseleo ringan hingga patah tulang atau ligamen putus.
Tanpa diagnosis yang tepat, pijat tradisional bisa memperparah kondisi dan bahkan menyebabkan cacat permanen!
Beda Cedera, Beda Penanganan
Tukang urut sering tidak punya alat diagnosis seperti X-ray atau MRI.
Mereka tidak bisa membedakan mana cedera otot biasa dan mana yang butuh operasi.
Ini yang sering bikin masalah jadi makin runyam.
Pilihan Ada di Tangan Pasien
Dokter akan menjelaskan semua opsi pengobatan dan risikonya. Namun, keputusan ada di tangan pasien.
Dr. Asa prihatin jika orang tua mengambil keputusan yang justru membahayakan masa depan kesehatan anak-anak mereka.
Jangan Sepelekan Cedera! Dampaknya Bisa Sampai Tua!
Pernah merasa "ah, ini cuma cedera ringan"? Hati-hati! Dr. Asa menjelaskan risiko jika cedera tidak ditangani dengan benar:
Pemulihan Jadi Lama
Tidak istirahat atau terus beraktivitas berat saat cedera bisa membuat waktu penyembuhan jadi berkali-kali lipat lebih lama.
Kerusakan Makin Parah
Cedera ligamen kecil bisa merembet jadi kerusakan di bagian sendi lain, contohnya meniskus.
Osteoarthritis Dini
Cedera yang diabaikan bisa mempercepat munculnya osteoarthritis, alias pengapuran sendi di usia muda. Serem, kan?
Skoliosis & Nyeri Punggung Bawah: Bukan Cuma Soal Postur!
Dr. Asa juga membahas skoliosis, kelengkungan tulang belakang yang kebanyakan tidak diketahui penyebabnya (idiopatik). Faktor genetik dan hormonal bisa berperan.
Derajat Skoliosis Menentukan Penanganan:
Ringan (di bawah 20 derajat): Cukup terapi fisik dan olahraga.
Sedang (20-45/50 derajat): Pakai penyangga atau bracing.
Parah (di atas 45/50 derajat): Bisa butuh operasi kompleks yang sering dilakukan oleh dua dokter ortopedi sekaligus.
Lalu, bagaimana dengan nyeri punggung bawah (LBP) yang sering kita alami? Dr. Asa menyebutkan bahwa 80-90% kasus pada anak muda disebabkan oleh ketegangan otot.
Penyebabnya? Duduk terlalu lama, jarang stretching, otot inti lemah, dan berat badan berlebih. Solusinya: olahraga teratur dan perbaiki postur!
Mitos Tinggi Badan & Informasi BPJS untuk Patah Tulang!
Pernah dengar katanya pull-up bisa bikin tinggi? Dr. Asa langsung membantahnya.
Tinggi badan dipengaruhi genetik dan faktor lain seperti nutrisi (protein, kalsium, Vitamin D) dan aktivitas fisik.
Tambah tinggi hanya bisa terjadi saat lempeng pertumbuhan masih terbuka. Jadi, kalau sudah lewat masa pertumbuhan, goodbye impian jadi lebih tinggi!
Terakhir, kabar gembira untuk pengguna BPJS: hampir semua kasus patah tulang dicover BPJS!
Tapi, ada catatan untuk kecelakaan lalu lintas: harus melalui Jasa Raharja dulu. Kalau tidak dicover Jasa Raharja, barulah BPJS bisa digunakan.
Tips dari Dr. Asa dan Tantangan Terbesar Spesialis Ortopedi
Dr. Asa juga memberikan tips berharga untuk calon spesialis ortopedi: kuasai anatomi, terus belajar, dan jaga hubungan baik dengan senior-junior.
Menurutnya, tantangan terbesar seorang spesialis ortopedi bukanlah operasi yang kompleks, melainkan mengedukasi masyarakat.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya informasi yang benar tentang kesehatan tulang dan sendi. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama