RADARTUBAN - Seorang remaja berusia 15 tahun membagikan kisah menyentuh perjuangannya melawan penyakit gagal ginjal yang mengharuskannya menjalani proses cuci darah secara rutin.
Ia berharap kisahnya dapat menjadi pelajaran penting bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap gaya hidup dan kesehatan tubuh sejak dini.
Dalam wawancaranya, remaja tersebut mengungkapkan kebiasaan buruk yang sebelumnya dianggap sepele namun ternyata berdampak besar terhadap fungsi ginjalnya.
Dia menyebutkan tiga pola hidup yang menjadi pemicu utama kondisinya:
1. Jarang minum air putih, dan lebih memilih konsumsi minuman kemasan berpemanis yang cenderung memperberat kerja ginjal.
2. Sering mengonsumsi makanan ringan seperti keripik asin, yang mengandung kadar natrium tinggi dan menyebabkan tekanan darah melonjak drastis.
3. Kebiasaan begadang, yang memperburuk metabolisme tubuh dan mengganggu waktu regenerasi organ vital termasuk ginjal.
Dokter spesialis nefrologi menjelaskan bahwa gagal ginjal pada usia remaja bisa terjadi akibat pola hidup tidak sehat yang berlangsung dalam jangka panjang.
Ginjal, sebagai penyaring racun dalam tubuh, akan mengalami kelelahan jika asupan cairan tidak seimbang, garam berlebih dikonsumsi, dan tubuh tidak mendapat waktu istirahat cukup.
Remaja tersebut kini harus menjalani cuci darah rutin dua kali seminggu. Meski terasa berat secara fisik dan mental, ia tetap optimis dan bertekad mengubah gaya hidupnya.
Kisah ini menjadi pengingat keras bahwa tubuh anak muda pun tidak kebal terhadap penyakit kronis.
Kampanye edukasi mengenai kesehatan ginjal di kalangan remaja pun semakin digencarkan oleh komunitas kesehatan lokal dan sekolah-sekolah. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni