Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bukan Hanya Nutrisi, Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Hambat Tinggi Badan Anak Menurut Dokter Ortopedi

Dalillah Hizkel Aimy • Kamis, 31 Juli 2025 | 06:05 WIB
tidur dan aktivitas fisik dalam mendukung pertumbuhan tinggi badan anak
tidur dan aktivitas fisik dalam mendukung pertumbuhan tinggi badan anak

RADARTUBAN - Banyak orang tua mengeluhkan pertumbuhan anak yang tidak sesuai harapan, terutama soal tinggi badan.

Namun menurut Dr. Asa Ibrahim, Spesialis Ortopedi (Sp.OT), terdapat sejumlah faktor yang kerap diabaikan dalam masa tumbuh kembang anak, yang bisa berdampak langsung pada tinggi tubuh mereka.

“Orang tua sering terlalu fokus pada makanan bergizi saja, tetapi lupa bahwa aktivitas fisik dan pola tidur juga sangat menentukan hormon pertumbuhan,” ujar Dr. Asa

Dr. Asa menjelaskan, hormon pertumbuhan (growth hormone) diproduksi paling aktif saat anak tidur nyenyak di malam hari, khususnya antara pukul 10 malam hingga 2 dini hari.

Sayangnya, banyak anak di Indonesia tidur terlalu larut karena bermain gadget atau menonton televisi.

“Tanpa tidur berkualitas, meskipun anak makan dengan nutrisi lengkap, tinggi badannya tetap bisa terhambat,” jelasnya.

Faktor lain yang sering diabaikan adalah kurangnya aktivitas fisik. Menurutnya, anak-anak yang kurang bergerak, apalagi tidak terkena sinar matahari pagi, berisiko mengalami kekurangan vitamin D yang penting untuk pertumbuhan tulang.

Tak hanya itu, Dr. Asa juga menekankan pentingnya deteksi dini gangguan pertumbuhan tulang, seperti skoliosis atau kelainan pertumbuhan piring epifisis (lempeng pertumbuhan), yang sering kali tidak disadari sampai anak memasuki usia remaja.

“Kadang orang tua berpikir anak pendek karena faktor genetik. Padahal, banyak kondisi bisa dicegah atau dikoreksi jika diketahui lebih awal,” ungkap Dr. Asa.

Ia pun menyarankan para orang tua untuk:

- Memastikan anak tidur cukup minimal 8–10 jam setiap malam

- Mengajak anak berolahraga ringan setiap hari seperti bersepeda, berenang, atau lompat tali

- Membatasi penggunaan gawai pada anak di malam hari

- Rutin memeriksakan tumbuh kembang anak ke dokter atau layanan kesehatan terdekat

Dr. Asa berharap orang tua, pemerintah dan sekolah juga lebih aktif dalam edukasi gizi dan kebiasaan sehat sejak dini, agar pertumbuhan generasi muda Indonesia dapat optimal.

“Karena masalah tinggi badan bukan hanya soal estetika, tapi juga bisa mencerminkan kualitas kesehatan anak secara keseluruhan,” tutupnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pertumbuhan anak #makanan bergizi #tumbuh kembang anak #penyebab anak tidak tinggi #tinggi badan #vitamin d #olahraga