RADARTUBAN – Jarang mandi ternyata tidak hanya menyebabkan bau badan, tetapi juga bisa memicu munculnya jerawat di area punggung.
Masalah kulit ini sering kali luput dari perhatian, padahal bisa berdampak pada kenyamanan dan kepercayaan diri seseorang.
Pakar dermatologi, dr. Ayu Larasati, menjelaskan bahwa punggung adalah area tubuh yang rentan berkeringat dan tertutup pakaian hampir sepanjang hari.
"Jika seseorang jarang mandi, maka keringat, minyak, dan sel kulit mati akan menumpuk di kulit punggung. Ini adalah kondisi ideal bagi bakteri penyebab jerawat berkembang biak," ujarnya.
Lebih lanjut, jerawat punggung bisa muncul dalam bentuk komedo, jerawat merah meradang, bahkan hingga jerawat bernanah. Selain penumpukan kotoran, penggunaan pakaian ketat dan jarang mengganti baju setelah berkeringat juga dapat memperparah kondisi ini.
Menurut data dari Asosiasi Dermatologi Indonesia, sekitar 30% remaja dan dewasa muda pernah mengalami jerawat punggung, dan kebanyakan disebabkan oleh kurangnya kebersihan tubuh sehari-hari.
"Jangan anggap sepele. Jika dibiarkan, jerawat punggung bisa meninggalkan bekas hitam atau bahkan jaringan parut permanen," tegas dr. Ayu.
Untuk mencegahnya, masyarakat disarankan untuk mandi minimal dua kali sehari, terutama setelah beraktivitas berat atau berkeringat.
Selain itu, penggunaan sabun antibakteri dan eksfoliasi ringan satu atau dua kali seminggu juga dianjurkan.
Mandi bukan sekadar rutinitas, tapi bagian penting dari perawatan kulit dan kesehatan tubuh. Jadi, kalau kamu masih sering skip mandi karena mager, siap-siap deh punggung kamu jadi ladang jerawat! (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni