Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kurang Tidur Bukan Sekadar Lelah, Dapat Memicu Gangguan Mental dan Fisik, Jangan Dianggap Remeh

Dyah Ayu Oktiara Putri • Kamis, 11 September 2025 | 05:05 WIB
Kurang tidur berdampak serius pada fisik dan mental
Kurang tidur berdampak serius pada fisik dan mental

RADARTUBAN - Kurang tidur tidak hanya menimbulkan rasa lelah, tetapi juga berpotensi memicu masalah serius pada kesehatan mental dan fisik.

Kondisi ini bahkan bisa berakibat fatal apabila dibiarkan dalam jangka panjang.

Sebuah penelitian mengungkapkan dampak dari kurangnya tidur dapat menaikkan emosional negatif terhadap stres sekaligus mengurangi munculnya perasaan positif.

Tak hanya memengaruhi kondisi mental, kurang tidur juga berdampak serius pada kesehatan fisik, mulai dari penurunan daya tahan tubuh, gangguan metabolisme, hingga peningkatan risiko penyakit jantung.

Mengutip Columbia Psychiatry, efek psikologis yang ditimbulkan dari kurang tidur terbukti cukup besar.

Imsonia misalnya, bukan hanya gejala gangguan mental seperti kecemasan dan depresi, tetapi juga dapat memperparah kondisi tersebut.

Sebuah studi juga menunjukkan adanya keterkaitan antara kualitas tidur yang buruk dengan meningkatnya risiko keinginan bunuh diri.

Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh orang yang memiliki gangguan mental, orang sehat pun juga dapat merasakan dampak psikologis dari kurangnya tidur.

Menurut Alodokter dampak fisik yang dirasakan apabila tidak tidur dengan cukup, yaitu :

Pertama membuat sistem imun melemah, hal tersebut dikarenakan protein sitokin yang dihasilkan dari sistem kekebalan tubuh berkurang karena tidak tidur dengan cukup.

Kedua menurunkan performa seksual. Penelitian menunjukkan pria maupun wanita yang tidur tidak cukup cenderung memiliki hasrat seksual rendah serta tingkat kepuasan yang menurun.

Kondisi ini biasanya dipicu oleh rasa lelah, kantuk, dan stres. Pada pria dengan sleep apnea, kurang tidur juga dapat mengganggu kadar hormon testosteron sehingga berisiko menyebabkan disfungsi ereksi.

Ketiga berdampak pada daya ingat. Proses penguatan koneksi saraf yang berfungsi menyimpan informasi ke memori jangka pendek berlangsung saat tidur.

Jika terganggu, kemampuan otak untuk berpikir, berkonsentrasi, dan mengambil keputusan ikut menurun, bahkan membuat seseorang lebih mudah lupa.

Keempat memunculkan tanda penuaan dini seperti garis halus, keriput, hingga risiko jerawat akibat peningkatan hormon kortisol.

Kelima meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, roses perbaikan pembuluh darah dan jantung yang terjadi saat tidur akan terganggu, membuat penderita lebih rentan mengalami serangan jantung.

Insomnia pun dikaitkan dengan diabetes, obesitas, stroke, kanker, hingga gangguan suasana hati.

Lebih jauh lagi, kurang tidur juga dapat menjadi faktor pemicu kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan kerja. Karena itu, para ahli menekankan pentingnya menjaga kualitas tidur demi kesehatan sekaligus keselamatan.

Untuk mencegah dampak buruk tersebut, orang dewasa dianjurkan tidur 7–9 jam setiap malam.

Disiplin terhadap jam tidur, menghindari penggunaan gawai sebelum beristirahat, serta menjaga pola hidup sehat dapat membantu memperbaiki kualitas tidur.

Apabila gangguan tidur terus berlangsung hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapat penanganan yang tepat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#imsonia #daya ingat #kesehatan mental #lelah #kurang tidur #fisik #penyakit jantung #imun