RADARTUBAN - Siapa pun yang ingin memiliki kulit wajah sehat dan glowing pasti ingin melakukan perawatan kulit dengan optimal.
Tetapi, apa sebenarnya treatment berlebihan itu? Kenapa glowing instan bisa jadi berbahaya?
Bagaimana cara merawat kulit dengan benar agar tetap sehat tanpa merusak?
Semua pertanyaan tersebut dibahas dalam sebuah podcast kita kasi solusi di kanal YouTube kasisolusi oleh dr. Tompi yang merupakan seorang dokter bedah plastik kecantikan.
Kini maraknya penggunaan skincare dan treatment wajah yang terlalu sering dan berlebihan, baik laser wajah, peeling kimia, maupun cream dengan bahan aktif keras.
Tempat-tempat perawatan kecantikan serta klinik estetik yang menjual paket perawatan dalam jumlah banyak memicu kebiasaan konsumtif yang tidak sehat bagi kulit.
“Treatment berlebihan terjadi saat seseorang melakukan perawatan dengan frekuensi sangat tinggi dalam waktu singkat, misalnya laser wajah yang dilakukan 3-4 kali sebulan atau peeling kimia yang terlalu sering tanpa jeda waktu pemulihan,” jelas dr. Tompi.
Hal tersebut menyebabkan lapisan pelindung kulit (skin barrier) menjadi tipis, sensitif, dan mudah iritasi.
Akibatnya, kulit bukan menjadi sehat melainkan rusak, memerah, mengelupas, dan muncul hiperpigmentasi atau flek hitam yang makin parah.
Saat skin barrier rusak, hasil treatment akan menjadi tidak optimal dan risiko komplikasi meningkat.
Skincare dasar dapat digunakan sejak usia remaja sekitar 12-13 tahun, seperti:
1. Pembersih wajah (facial wash) yang lembut
2. Pelembab (moisturizer) yang cocok dengan jenis kulit
3. Tabir surya (sunscreen) pilih SPF yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh kulit
Rangkaian skincare dasar tersebut dapat digunakan secara rutin dan justru dianjurkan karena membantu menjaga kondisi kulit dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Proses regenerasi alami kulit membutuhkan waktu sekitar 28 sampai 40 hari, sehingga tidak perlu dipaksa dengan treatment yang berlebihan.
Treatment tambahan seperti laser atau peeling idealnya dilakukan dengan interval satu sampai dua bulan, bukan dalam frekuensi sangat pendek.
Seseorang yang telah mengalami masalah kulit akibat treatment berlebihan seringkali mengalami penurunan kondisi meski sudah menjalani perawatan dalam waktu lama.
Hal tersebut menunjukkan perlunya pendekatan perawatan yang sesuai indikasi oleh dokter yang memahami kondisi kulit secara menyeluruh.
Protokol perawatan yang benar harus fokus pada memperkuat skin barrier terlebih dahulu sebelum melakukan treatment aktif agar kulit bisa pulih dan hasilnya lebih tahan lama.
Penting untuk mengedukasi diri sendiri, tidak terburu-buru mengikuti tren glowing instan yang berisiko, dan berkonsultasi secara medis agar mendapatkan rekomendasi perawatan yang aman.
Dengan cara ini, kulit bisa tetap sehat, glowing alami, dan terhindar dari kerusakan permanen yang sulit diperbaiki. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni