Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mitos vs Fakta: Bolehkah Penderita Diabetes Makan Buah?

Alifah Nurlias Tanti • Minggu, 28 September 2025 | 04:00 WIB
Ilustrasi mitos makan buah buat para penderita diabetes.
Ilustrasi mitos makan buah buat para penderita diabetes.

RADARTUBAN — Banyak penderita diabetes yang masih ragu untuk mengonsumsi buah, karena sering kali buah dianggap sebagai “musuh” yang bisa membuat kadar gula darah melonjak.

Kekhawatiran soal buah dan diabetes sebenarnya berawal dari anggapan yang kurang tepat, yang lama-lama berkembang jadi berbagai mitos.

Karena informasi yang simpang siur, banyak penderita diabetes jadi ragu, bahkan memilih untuk menghindari buah sama sekali.

Untuk meluruskan berbagai mitos yang masih beredar, dr. Hoo Yumilia, SpPD-KEMD, FINASIM dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes di Mayapada Hospital Bandung menjelaskan fakta medis seputar konsumsi buah bagi penderita diabetes.

Mitos 1: Banyak yang percaya kalau penderita diabetes sebaiknya berhenti makan buah karena dianggap bisa langsung menaikkan kadar gula darah.

Faktanya, buah justru punya banyak manfaat! Kandungan fruktosa alami, serat, vitamin, mineral, dan antioksidan di dalam buah sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh, kesehatan jantung, dan mencegah berbagai komplikasi.

Mitos 2: Semua buah bisa meningkatkan gula darah. Faktanya, nggak semua buah punya efek yang sama terhadap kadar gula darah. Setiap buah punya kandungan gula dan indeks glikemik yang berbeda.

Mitos 3: Banyak orang mengira jus buah lebih menyehatkan dibanding buah utuh

Banyak yang mengira jus buah lebih praktis dan sehat, padahal kenyataannya tidak selalu begitu. Menurut dr. Yumilia, jus terutama yang ditambah gula justru bisa membuat kadar gula darah naik lebih cepat.

Selain menjaga pola makan, penderita diabetes juga disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter.

Salah satu langkah nyata yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan layanan dari Rumah Sakit Gula Mayapada.

Di sini, tersedia pemeriksaan skrining berbasis teknologi AI yang canggih, lengkap dengan tes gula darah seperti HbA1c dan kolesterol.

Klinik Gula dari Mayapada Hospital kini hadir di berbagai kota besar, jadi makin mudah diakses oleh masyarakat.

Kamu bisa menemukannya di unit-unit rumah sakit Mayapada yang tersebar di Tangerang, Bandung, Surabaya, serta Jakarta Selatan tepatnya di Lebak Bulus dan Kuningan.

Cukup dengan mengunduh aplikasi MyCare sekarang, Anda bisa mulai mengumpulkan poin reward yang bisa ditukar dengan potongan harga untuk berbagai jenis pemeriksaan di seluruh unit Mayapada Hospital. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#serat #mitos #diabetes #antioksidan #vitamin