RADARTUBAN - Di tengah maraknya tren minuman sehat dan fermentasi, kombucha sebagai teh fermentasi mulai menarik perhatian masyarakat.
Minuman dari teh manis ini difermentasi menggunakan SCOBY (Symbiotic Culture Of Bacteria and Yeast), koloni bakteri dari ragi yang hidup dan memerlukan perawatan khusus untuk menghasilkan minuman yang kaya manfaat bagi pencernaan dan sistem imunitas tubuh.
Di salah satu episode podcast dalam kanal Youtube Ray Janson Radio, Anita Hartono, hadir dan membagikan kisah hidupnya yang kini telah berubah karena kombucha dan ia saat ini adalah pelaku bisnis fermentasi dan pembuat Kombucha dari brand Mambucha.
Awal mula kedekatan dengan kombucha kerap kali hadir dari kebutuhan mengatasi masalah pencernaan yang sudah lama diderita.
Dalam perjalanan hidupnya, Anita mengaku sudah lama mengalami masalah pencernaan kronis dan bergulat dengan berbagai obat pelangsing serta masalah emosional yang terkait.
Namun, setelah rutin mengonsumsi kombucha, perubahan drastis muncul, terutama pada pola buang air besar yang sebelumnya sulit dan menyakitkan menjadi lancar dan tanpa rasa sakit.
Pengalaman pribadi yang disampaikan menunjukkan bagaimana konsumsi kombucha mengubah pola hidup dan mindset terkait kesehatan secara mendalam.
“Setiap orang berhak hidup sehat dengan cara yang alami dan sederhana. Tubuh kita sudah diberikan mekanisme untuk menjaga diri sendiri jika kita merawatnya dengan benar,” tutur Anita.
Kombucha sebagai minuman probiotik yang mengandung bakteri baik yang dapat membantu menyeimbangkan bakeri baik dalam usus, yang menjadi pusat pengaruh kesehatan secara luas, dan berdampak positif terhadap kondisi tubuh secara menyeluruh, termasuk mengatasi sembelit dan gangguan pencernaan kronis yang selama puluhan tahun dialami oleh sebagian orang.
Proses fermentasi kombucha selama 10 hari juga membutuhkan afirmasi positif, di mana SCOBY diajak "berbicara" dengan harapan memberi hasil terbaik.
Lebih dari sekedar minuman, kombucha memuat aspek spiritualitas dan hubungan personal.
Merawat SCOBY ibarat memelihara makhluk hidup yang membutuhkan energi positif, perhatian, dan ritual afirmasi untuk tumbuh dengan sehat.
Pendekatan ini dipengaruhi oleh filosofi bahwa segala sesuatu yang hidup merespons energi dan niat kita, sehingga menjadi bagian penting dari proses pembuatan yang efektif.
Anita juga menekankan untuk, “Merawat SCOBY seperti merawat diri sendiri, dengan energi positif dan afirmasi.”
Bahkan, saat ini kombucha telah menciptakan babak baru dalam dunia kuliner dan bisnis.
Selain menjadi minuman kesehatan, teh ini juga mulai dimanfaatkan sebagai bahan saus, dressing, cocktail, hingga topping makanan.
Namun, produksi kombucha komersial memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal waktu fermentasi dan kualitas SCOBY yang menjadi titik awal produksi dalam jumlah besar.
Kombucha tidak hanya menjadi teh yang menyehatkan, tapi juga mewakili sebuah gaya hidup yang menyambungkan kembali manusia dengan alam dan mikroorganisme yang saling bergantung. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni