RADARTUBAN - Nyeri di bagian perut bawah kanan sering kali menjadi sinyal utama radang usus buntu, namun gejala awalnya bisa sangat bervariasi dan tidak langsung terasa di area tersebut.
Seorang Dokter Spesialis Bedah Umum, dr. Regina Esterlina Rehatta, Sp.B, FICS mengungkap tentang penyakit tersebut dalam podcast EMC Podcast Corner di YouTube RS EMC pada Kamis (26/6).
Usus buntu atau apendisitis adalah kondisi terjadinya peradangan pada organ usus buntu yang terletak di ujung usus besar bagian kanan bawah.
Gejala awal biasanya nyeri sekitar pusar yang kemudian berpindah dan menetap di kanan bawah perut, disertai demam, mual, muntah, diare, atau penurunan nafsu makan.
Namun, kondisi ini tidak selalu tampak jelas sejak awal dan bisa berwajah 1000 macam, sehingga seringkali pasien terlambat menyadari dan memperoleh penanganan yang tepat.
Penting untuk diketahui, usus buntu dapat mengalami peradangan akut dan kronis.
“Jangan remehkan nyeri di perut bawah kanan karena bisa jadi itu adalah usus buntu yang harus segera ditangani,” tegas dr. Regina.
Peradangan akut menunjukkan gejala seperti demam tinggi, mual, muntah, nyeri hebat yang membuat pasien sulit beraktivitas normal, dan membutuhkan penanganan segera berupa operasi pengangkatan usus buntu. Sedangkan peradangan kronis, gejalanya lebih ringan dan bisa hilang timbul, terkadang diatasi dengan antibiotik.
Penyebab utama usus buntu adalah sumbatan pada lumen usus buntu yang menghalangi keluar masuknya mukus dan cairan.
Sumbatan ini bisa disebabkan oleh feses yang mengeras (fekalit), infeksi, parasit seperti cacing, atau bahkan tumor.
Mitos terkait penyebab seperti biji-bijian makanan maupun makanan pedas dianggap tidak berdasar, meskipun makanan pedas bisa memicu gejala pada mukosa usus yang sudah teriritasi.
Anak-anak juga rentan mengalami usus buntu akibat peradangan kelenjar getah bening di sekitar usus saat sakit infeksi.
Penanganan utama usus buntu yang meradang adalah operasi pengangkatan organ yang umumnya tidak memiliki fungsi penting, dengan prosedur bersifat emergensi agar mencegah komplikasi serius seperti pecahnya usus buntu yang berujung pada peritonitis, infeksi menyebar dan nyeri hebat seluruh perut.
Usus buntu yang telah diangkat tidak akan muncul kembali, sehingga bila ada keluhan di sisi kanan bawah perut setelah operasi, kemungkinan berasal dari kondisi lain.
Pencegahan utama yang disarankan adalah mengonsumsi makanan sehat tinggi serat, menghindari stres berat, dan saat muncul gejala awal segera konsultasi ke dokter agar dapat diperiksa dan diatasi dengan tepat.
“Kesadaran dan tindakan cepat adalah kunci agar tidak terjadi komplikasi berbahaya yang berkeelanjutan,” ungkap dr. Regina.
Kesadaran mengenai berbagai bentuk sakit usus buntu yang seringkali tidak langsung menimbulkan nyeri di kanan bawah perut, sehingga kewaspadaan harus tetap tinggi terhadap berbagai keluhan nyeri di area perut yang berbeda. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni