RADARTUBAN- Sistem pencernaan manusia merupakan aspek vital yang menentukan kesehatan dan kualitas hidup seseorang.
Pola makan yang tidak seimbang dan kebiasaan hidup yang kurang sehat menjadi faktor utama yang memicu berbagai gangguan pencernaan serius, mulai dari batu empedu, hemoroid, hingga kanker usus.
Di kanal YouTube Tirta PengPengPeng pada Kamis (3/10), sebuah podcast #ngopenk bersama Dr. Agung Widianto, M.Ked (Surg), Sp.B, Subsp.BD (K), seorang Dokter Spesialis Bedah Saluran Pencernaan memaparkan ancaman gangguan pencernaan yang kini tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga generasi muda.
Dr. Agung menegaskan bahwa, “Meningkatnya kasus penyakit pencernaan pada usia muda erat kaitannya dengan kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kolesterol, minim serat, dan paparan berlebihan terhadap makanan yang dimasak dengan cara dibakar.”
Kesadaran untuk menjaga pola makan dan rutin berolahraga menjadi langkah penting dalam mencegah risikonya, karena gangguan pencernaan ini tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi kini juga dialami oleh kalangan muda.
Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan usus perlu ditingkatkan, karena usus tidak hanya berfungsi menyerap nutrisi dan air, tetapi juga berperan besar dalam menjaga imun tubuh dan kondisi otak.
Pola makan yang monoton dan konsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak dan rendah serat menyebabkan penumpukan kotoran di usus besar yang memicu penyakit hingga kanker.
Pengaruh makanan berareng atau bakar-bakaran yang mengandung karbon tinggi juga meningkatkan risiko kanker usus.
Dr. Agung juga menyoroti beberapa penyakit pencernaan yang kini sering ditemukan:
• Batu Empedu: Kasus batu empedu kini bahkan diderita oleh anak usia 12 tahun. Hal ini disebabkan oleh tingginya kolesterol yang terbentuk dari asupan berlebihan makanan berminyak dan manis.
• Obstruksi Usus (Ileus): Kondisi ini menyebabkan usus tersumbat dan memerlukan penanganan operasi segera guna menghindari komplikasi fatal.
• Apendisitis dan Hemoroid Prolaps: Deteksi dini sangat penting. Keterlambatan penanganan pada usus buntu atau wasir (hemoroid) yang parah dapat menyebabkan infeksi dan komplikasi serius, bahkan berujung pada kematian.
• Fistula Anal: Gangguan akibat infeksi kuman di area dubur ini juga memerlukan penanganan khusus untuk mencegah kondisi menjadi kronis dan kambuh.
Keteraturan BAB yang ideal adalah setiap hari karena menunda atau jarang BAB dapat menyebabkan penumpukan kotoran yang berbahaya.
Pola hidup aktif dan rutin berolahraga juga sangat membantu karena aktivitas fisik memperlancar pergerakan usus, sehingga mengurangi risiko komplikasi pada sistem pencernaan.
Sistem pencernaan yang sehat sangat dipengaruhi oleh pola makan yang benar yaitu makanan bervariasi, tidak hanya sayuran melainkan juga protein dan serat, serta menghindari makanan yang terlalu banyak digoreng atau bakar.
“Kalau ususnya sehat, maka kita bisa menjaga kecerdasan, emosi, dan kesehatan secara menyeluruh,” tutupnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni