Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Inilah Akibat Yang Dapat Terjadi Pada Penderita Gagal Ginjal Yang Tidak Melakukan Prosedur Cuci Darah

M Robit Bilhaq • Minggu, 12 Oktober 2025 | 03:05 WIB
Cuci darah bantu bersihkan racun tubuh. Tanpa itu, risiko gagal napas dan jantung meningkat drastis.
Cuci darah bantu bersihkan racun tubuh. Tanpa itu, risiko gagal napas dan jantung meningkat drastis.

RADARTUBAN - Cuci darah adalah prosedur yang penting bagi orang yang menderita gagal ginjal.

Fungsi dari prosedur ini adalah menyaring darah, mengeluarkan racun serta kotoran yang tidak bisa dikeluarkan oleh ginjal yang sudah rusak atau tidak berfungsi dengan baik.

Cuci darah bisa sangat membantu untuk memperpanjang hidup pasien, bahkan banyak orang bisa hidup bertahun-tahun dengan bantuan prosedur ini.

Meski dapat membantu, cuci darah juga bisa membuat tubuh dan pikiran pasien merasa lelah, tidak sedikit orang yang merasa sangat berat secara mental dan ingin menghentikan prosedur ini.

Tapi, jika memutuskan untuk tidak menjalani cuci darah, maka akan berdampak fatal terhadap kesehatan dan kualitas hidup.

Berikut beberapa dampak yang bisa terjadi jika penderita gagal ginjal tidak melakukan cuci darah:

1. Harapan hidup menurun

Jika tidak dilakukan cuci darah, maka umur penderita akan berkurang.

Waktu yang bisa bertahan tanpa cuci darah berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan penyakit ginjal dan kesehatan secara keseluruhan.

Menurut Very Well Health, ada pasien yang hanya bertahan beberapa hari, sedangkan ada juga yang bisa bertahan beberapa minggu tanpa melakukan cuci darah.

2. Mudah merasa lelah

Menurut National Kidney Foundation, tanpa dilakukan prosedur cuci darah, racun dan cairan yang biasanya disaring oleh ginjal akan menumpuk di dalam tubuh dan akan menyebabkan tubuh menjadi lebih mudah lelah dan tidak bertenaga.

Jika ada rasa sakit atau kenyamanan yang terganggu, dokter bisa memberikan obat untuk mengurangi nyeri dan membantu meningkatkan kualitas hidup pasien..

3. Kesulitan bernapas

Penumpukan cairan di dalam tubuh akan menyebabkan sulit bernapas karena cairan mengumpul di paru-paru atau area lain di tubuh.

Setelah seseorang mengalami hal tersebut biasanya dokter memberikan obat diuretik atau menjalankan prosedur ultrafiltrasi untuk membantu mengeluarkan cairan berlebih dan memudahkan proses pernapasan seperti semula.

Selain itu, diberi obat pasien biasanya juga disarankan untuk membatasi mengonsumsi garam dan cairan agar kondisi tidak semakin parah.

4. Risiko penyakit jantung meningkat

Jika tidak menjalani cuci darah, kadar kalium dan fosfor dalam darah bisa meningkat secara dramatis dan berbahaya, kalium yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung, sedangkan fosfor yang berlebihan juga bisa menyebabkan tulang melemah dan meningkatkan risiko serangan penyakit jantung.

5. Terjadi uremia

Menurut Cleveland Clinic, uremia adalah kondisi berbahaya yang terjadi ketika ginjal rusak atau tidak mampu menyaring racun dari darah secara baik.

Akibatnya ginjal rusak, racun akan menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan gejala seperti mudah lelah, kehilangan selera makan, mual, hingga gangguan pikiran seperti bingung, kejang, bahkan sampai koma, kondisi uremia tersebut menjadi tanda bahwa ginjal sudah sangat tidak berfungsi dan membutuhkan perawatan segera.

Demikianlah beberapa akibat yang bisa terjadi jika penderita gagal ginjal tidak menjalani cuci darah.

Cuci darah adalah bukan pengobatan penyembuhan, namun cuci darah menjadi sangat penting untuk menjaga kualitas hidup dan memperpanjang usia penderita gagal ginjal. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#racun #gagal ginjal #cuci darah #serangan jantung