Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bersepeda Terbukti Turunkan Risiko Demensia: Volume Hippocampus Meningkat

Alifah Nurlias Tanti • Rabu, 15 Oktober 2025 | 03:19 WIB
Ilustrasi pria bersepeda.
Ilustrasi pria bersepeda.

RADARTUBAN — Bersepeda bukan cuma soal bersenang-senang di waktu luang.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1817, sepeda telah menjadi bagian penting dari kehidupan banyak orang, baik sebagai alat transportasi yang praktis maupun sebagai olahraga yang menyegarkan.

Dari jalanan kota hingga jalur pegunungan, jutaan orang di seluruh dunia.

Terbaru mengungkap bahwa aktivitas ini juga punya dampak luar biasa bagi kesehatan otak.

Ternyata, rutin mengayuh sepeda bisa membantu melindungi kita dari risiko demensia.

Menurut Medical News Today, manfaat bersepeda ternyata jauh lebih luas dari yang kita kira.

Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa aktivitas ini tak hanya baik untuk jantung, tapi juga ampuh meredakan stres dan membantu menjaga berat badan tetap ideal.

Lebih dari itu, bersepeda juga dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit serius seperti diabetes tipe 2 dan beberapa jenis kanker.

Selama lebih dari 13 tahun, para peneliti mengikuti kebiasaan perjalanan dan gaya hidup para peserta, serta mencermati bagaimana pilihan transportasi sehari-hari dapat berdampak pada kesehatan otak.

Hasil penelitian ini membuka wawasan baru tentang hubungan antara aktivitas fisik, seperti bersepeda, dan fungsi kognitif yang tetap tajam seiring bertambahnya usia.

Dalam penelitian ini, para peserta dikelompokkan berdasarkan cara mereka bepergian sehari-hari.

Kelompok pertama mencakup pengguna kendaraan bermotor atau transportasi umum, sementara kelompok lainnya terdiri dari pejalan kaki, orang yang menggabungkan berjalan kaki dengan kendaraan, serta mereka yang bersepeda secara rutin. 

Mereka yang rutin menggunakan sepeda baik sebagai alat transportasi utama maupun dikombinasikan dengan moda lain ternyata memiliki risiko demensia yang 19 persen lebih rendah.

Bahkan, risiko terkena Alzheimer pun turun hingga 22 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif secara fisik.

Temuan ini semakin menguatkan bahwa bersepeda bukan hanya soal bergerak, tapi juga menjaga daya ingat dan kejernihan pikiran di masa depan.

Menurut peneliti utama, Dr. Liangkai Chen dari Huazhong University of Science and Technology, bersepeda memberikan manfaat lebih besar karena melibatkan aktivitas aerobik dengan intensitas tinggi serta membutuhkan koordinasi dan navigasi, yang menstimulasi otak secara lebih kompleks dibanding berjalan kaki saja.

Peneliti tersebut menambahkan bahwa bersepeda juga berkaitan dengan volume hippocampus yang lebih besar, area otak yang berperan penting dalam pembentukan memori dan sering kali menjadi bagian pertama yang rusak pada penderita demensia.

Bukti Ilmiah yang Makin Kuat

Penemuan ini disambut hangat oleh para ahli saraf dari berbagai belahan dunia.

Salah satunya, Dr. Peter Gliebus dari Marcus Neuroscience Institute, menyebut bahwa temuan ini menjadi bukti kuat bahwa aktivitas fisik seperti bersepeda dapat membantu menurunkan risiko demensia.

Sementara itu, Dr. Kamal Wagle dari Hackensack University Medical Center menuturkan bahwa meskipun berjalan kaki dan bersepeda sama-sama bermanfaat bagi kesehatan, bersepeda tampaknya punya keunggulan tersendiri dalam hal fungsi kognitif.

Dia menjelaskan bahwa aktivitas aerobik seperti bersepeda dapat membantu meningkatkan kinerja otak sekaligus menurunkan risiko penurunan daya ingat hal yang juga telah dibuktikan oleh berbagai penelitian sebelumnya.

Tips Aman Memulai Kebiasaan Bersepeda

Kalau kamu baru ingin mulai bersepeda, para ahli menyarankan untuk tidak terburu-buru.

Mulailah perlahan, misalnya dengan rute yang pendek dan datar, supaya tubuh bisa menyesuaikan.

Jangan lupa kenakan helm yang pas, pilih pakaian berwarna cerah agar mudah terlihat, dan pastikan sepeda yang kamu gunakan nyaman untuk dikendarai.

Melakukan pemanasan sebelum mulai dan pendinginan setelah selesai bisa membantu otot tetap lentur dan mencegah cedera.

Jangan lupa juga untuk minum air yang cukup, apalagi kalau cuaca sedang panas, dehidrasi bisa datang tanpa disadari.

Untuk lansia atau siapa pun yang punya masalah dengan keseimbangan, para dokter menyarankan untuk beralih ke sepeda statis baik di rumah maupun di pusat kebugaran.

Pilihan ini tetap memberikan manfaat yang mirip dengan bersepeda di luar ruangan, tapi dengan risiko yang jauh lebih kecil.

Bersepeda, Investasi untuk Otak Sehat

Temuan ini semakin memperkuat pandangan bahwa bersepeda bukan sekadar olahraga yang ramah lingkungan dan baik untuk jantung, tapi juga punya manfaat besar bagi kesehatan otak. (*/lia)

Editor : radar tuban digital
#Minum air cukup #alat transportasi #pendinginan #diabetes #jantung #Menjaga berat badan #kejernihan #kognitif #Hippocampus #demensia #kesehatan otak #pemanasan #bersepeda #ahli saraf #meredakan stres #pejalan kaki #aktivitas fisik #bermotor #olahraga #sepeda statis