Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Waspadai Rhinitis Alergi, dr. Iwan Santoso Ungkap Risiko Sinusitis dan Komplikasi Pernapasan

Erlina Alfira Qurrotu Aini • Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:10 WIB
Ilustrasi seorang wanita yang memegang tisu untuk menyumbat hidungnya yang berair Sumber foto: iStock
Ilustrasi seorang wanita yang memegang tisu untuk menyumbat hidungnya yang berair Sumber foto: iStock

RADARTUBAN - Sering bersin-bersin, hidung meler, dan gatal yang tak kunjung sembuh? Waspada, bisa jadi Anda mengalami Rhinitis Alergi.

Gangguan ini sering dianggap sepele, padahal berpotensi menyebabkan komplikasi serius jika diabaikan.

Dalam podcast Indrajana di kanal YouTube miliknya, dr. Iwan Santoso, seorang Praktisi Alergi, membahas tuntas masalah peradangan pada lapisan dalam hidung ini.

Rhinitis adalah sebuah peradangan atau penebalan terhadap lapisan dalam hidung. Rhinitis terjadi kepada siapa saja dan dimana saja.

Rhinitis terbagi menjadi dua jenis, yakni rhinitis yang disebabkan oleh alergi dan nonalergi.

Rhinitis alergi adalah kondisi ketika hidung bereaksi berlebihan terhadap zat pemicu alergi (alergen), seperti debu rumah, tungau, spora jamur, atau bulu hewan peliharaan.

Gejalanya khasnya seperti hidung berair, tersumbat, gatal, serta bersin-bersin yang berkepanjangan.

Kondisi ini rentan terjadi pada mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan alergi, penderita asma, dan eksim atopik.

Mengatasi rhinitis alergi memerlukan pendekatan yang sistematis dan penuh ketelitian guna menghindari komplikasi lebih jauh.

“Rhinitis alergi bukanlah kondisi sepele, jika tidak ditangani dengan tepat, dapat berkembang menjadi sinusitis yang serius, peradangan pada rongga sinus, atau bahkan menimbulkan komplikasi di saluran pernapasan bawah seperti asma,” ungkap dr. Iwan Santoso.

Gejala rhinitis alergi tetap sama terlepas dari sumber alerginya, tapi tingkat keparahan dilihat dari frekuensi dan intensitas gejala yang muncul.

Langkah awal dalam penanganannya adalah dengan identifikasi alergi yang memicu reaksi pada pasien.

Setelah itu, dianjurkan untuk menghindari alergi tersebut dengan menjaga kebersihan rumah secara maksimal, seperti mencuci selimut dan seprai secara rutin dengan air hangat, membersihkan karpet dan gorden, menggunakan vacuum cleaner, serta menghindari paparan hewan peliharaan bila menjadi sumber alergi.

Pembersihan dengan sinar ultraviolet dan setrika uap juga efektif membunuh tungau dan jamur.

Selain penghindaran, ada juga pilihan Imunoterapi atau vaksin alergi untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap alergen tertentu.

Namun, perlu diketahui bahwa terapi ini belum tersedia luas di Indonesia.

“Jangan hanya beli obat di warung dan anggap sepele, lebih baik konsultasi segera dengan dokter agar penanganan tepat dan tidak semakin parah,” tutupnya.

Jadi, bila rinitis tak ditangani dengan baik, bisa menyebabkan terjadinya sinusitis.

Hal tersebut terjadi karena tersumbatnya saluran pernapasan dalam waktu yang cukup lama bisa menyebabkan adanya infeksi di jalur pernapasan.

Jika sudah terjadi, tentunya akan lebih mudah bagi virus masuk dan membuatnya lebih parah.

Jadi, jangan biarkan gejala rhinitis alergi mengganggu keseharian hidup Anda. Ambil langkah untuk mengidentifikasi pemicu dan segera mendapatkan penanganan yang tepat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#jamur #sinusitis #rhinitis alergi #gangguan pernapasan #alergi #Bulu hewan