RADARTUBAN - Benjolan kecil di kelopak mata yang terasa nyeri, dikenal sebagai Hordeolum atau bintitan, seringkali diselimuti mitos yang menyesatkan.
Dilansir dalam sebuah podcast Kamu Sehat, seorang Spesialis Manajemen Kesehatan, dr. Santi meluruskan fakta medis dan membahas penanganannya.
Mitos umum yang harus diluruskan adalah bahwa bintitan disebabkan oleh kebiasaan mengintip atau bisa menular lewat pandangan mata.
Faktanya, bakteri penyebab bintitan adalah bagian normal dari flora kulit yang masuk melalui pori-pori folikel bulu mata akibat sumbatan dan infeksi.
Pelaku utamanya adalah bakteri Staphylococcus yang secara normal ada di kulit wajah.
Meskipun bintitan jarang menular lewat kontak tatap muka.
Penularan bisa terjadi jika melalui kontak langsung dengan nanah atau penggunaan benda bersama seperti handuk atau sarung bantal.
Kunci terjadinya bintitan adalah kebersihan yang buruk.
Faktor pemicunya meliputi sering menyentuh mata dengan tangan kotor, menggunakan kosmetik kedaluwarsa, hingga pemakaian lensa kontak yang tidak higienis.
Benjolan ini bisa bersifat eksternal (di luar kelopak mata, akibat infeksi folikel bulu mata) atau internal (di dalam kelopak mata, akibat infeksi kelenjar Meibom yang bertugas menjaga kelembapan mata).
“Mitos umum yang harus diluruskan adalah bahwa bintitan disebabkan oleh kebiasaan mengintip atau bisa menular lewat pandangan mata. Faktanya, bakteri penyebab bintitan adalah bagian normal dari flora kulit yang masuk melalui pori-pori folikel bulu mata akibat sumbatan dan infeksi,” jelas dr. Santi.
Gejala utamanya adalah benjolan merah, sakit, dan kadang bernanah.
Meskipun bintitan bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari, penting untuk segera mencari penanganan medis jika benjolan memburuk atau tidak kunjung hilang, sebab bisa meluas dan menimbulkan komplikasi.
Menjaga kebersihan dan tidak mengabaikan benjolan adalah kunci utama.
Penanganan bintitan disesuaikan dengan tingkat keparahan, namun langkah awal yang sangat dianjurkan adalah Kompres Hangat Rutin.
Cukup gunakan waslap bersih yang dibasahi air hangat/panas selama kurang lebih sekitar 10 menit dan dilakukan berulang 3-5 kali sehari.
Tujuannya adalah membantu melunakkan dan mempercepat drainase nanah.
Jika infeksi bintitan tidak segera membaik, dokter akan mempertimbangkan langkah-langkah medis lebih lanjut, seperti:
1. Obat Antibiotik: Jika disebabkan infeksi bakteri, dokter spesialis mata mungkin meresepkan salep atau tetes antibiotik.
2. Injeksi Steroid: Untuk bintitan yang sangat bengkak dan menyebabkan ketidaknyamanan, dokter dapat memberikan suntikan steroid untuk meredakan peradangan dengan cepat.
3. Prosedur Bedah Minor: Diperlukan untuk kasus parah yang tidak kunjung sembuh, ukurannya besar, atau mengganggu penglihatan.
Prosedur ini berupa sayatan kecil untuk mengeringkan isi bisul (drainase).
“Jangan mengabaikan benjolan di kelopak mata, sebab bisa berkembang menjadi infeksi serius jika tidak ditangani dengan benar,” tutup dr. Santi, mengingatkan pentingnya tindakan pencegahan dan pengobatan yang tepat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni