RADARTUBAN - Kanker usus besar merupakan salah satu penyakit yang cukup sering menyerang masyarakat dan sangat erat kaitannya dengan pola makan serta gaya hidup seseorang.
Penyakit ini dapat terjadi karena adanya benjolan ganas atau luka di dalam usus yang sering kali sulit terdeteksi pada tahap awal.
Informasi penting ini disampaikan oleh dr. Seno Budi Santoso, Sp.B., Subsp. BD(K), seorang dokter spesialis bedah digestif dari RS EMC, dalam EMC Podcast Corner yang ditayangkan di kanal YouTube RS EMC pada Senin (4/8).
Gejala awal kanker usus besar yang perlu diwaspadai meliputi perubahan pola buang air besar (seperti frekuensi dan bentuk feses) serta munculnya darah tanpa disertai rasa sakit.
Dokter Seno menjelaskan bahwa kanker usus besar biasanya disebabkan oleh kombinasi faktor genetik, pola makan, dan lingkungan.
"Lebih dari 50 persen penyebab kanker usus besar berasal dari pola makan yang tidak sehat," ujar dokter Seno.
Pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko kanker usus besar, di antaranya:
1. Makanan Olahan dan Daging Merah: Daging merah yang diolah dengan suhu tinggi atau dibakar dapat menghasilkan zat karsinogenik yang memicu risiko kanker.
2. Makanan Rendah Serat: Mengonsumsi makanan rendah serat memperlambat pencernaan.
Akibatnya, kotoran menumpuk lebih lama di usus, memicu pertumbuhan bakteri berbahaya.
3. Makanan Tinggi Gula: Asupan gula berlebihan dapat memicu peningkatan insulin dalam darah yang menyebabkan peradangan, pemicu tumbuhnya sel kanker.
4. Makanan Berlemak Tinggi: Jenis makanan ini menciptakan stres oksidatif dalam tubuh, memicu peradangan dan obesitas, yang semuanya berkontribusi pada risiko kanker usus besar.
5. Bahan Pengawet dan Zat Kimia: Penggunaan bahan pengawet dan zat kimia berbahaya pada makanan juga meningkatkan risiko ini.
Perubahan pada sifat buang air besar yang harus diperhatikan adalah menjadi lebih sering atau lebih jarang, perubahan bentuk feses (menjadi kecil atau gepeng), dan keluarnya darah (baik darah segar maupun darah yang sudah berubah warna menjadi hitam) tanpa rasa sakit.
"Kalau ada darah segar seperti orang yang kena wasir, hati-hati, tapi jika darahnya hitam itu bisa jadi tanda kanker," jelas dokter Seno.
Secara umum, memperhatikan warna, bentuk, dan bau feses adalah cara sederhana untuk mengenali kemungkinan adanya masalah di saluran pencernaan.
Pencegahan kanker usus besar dapat dilakukan dengan menjalankan pola hidup sehat, seperti:
1. Mengurangi konsumsi daging olahan dan makanan berlemak tinggi.
2. Memperbanyak makanan kaya serat, seperti buah dan sayur.
3. Menghindari stres.
4. Menjalani pola hidup seimbang.
"Pola makan yang seimbang, istirahat cukup, dan jauhi merokok, minuman beralkohol, serta begadang," saran dokter Seno.
Dengan demikian, menjaga kesehatan usus adalah tanggung jawab yang berpusat pada pola hidup seimbang dan kesadaran akan sinyal tubuh.
Terapkanlah pola makan sehat, hindari faktor risiko, dan segera lakukan pemeriksaan rutin, sebab deteksi dini merupakan langkah paling vital dalam menghadapi ancaman kanker usus besar. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni